Merayakan Pandemi lewat Koalisi Rakyat, Filantrofi dan Parlemen

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 3 November 2020 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Hidayat, M.Pd, adalah seorang Guru/pendidik. (Foto: Ahmad Hidayat)

Ahmad Hidayat, M.Pd, adalah seorang Guru/pendidik. (Foto: Ahmad Hidayat)

Opiniindonesia.com – Seorang filsuf asal Yunani pernah mengatakan bahwa “keberanian adalah pengertian dalam menghadapi ketakutan dan keyakinan”.

Bangsa kita telah menghadapi banyak maharana yang kemudian memunculkan ketakutan dan bilur. Peperangan zaman kerajaan dan penjajahan telah menjadi bukti sejarah yang valid.

Ketakutan lain yang tak kalah hebat adalah korupsi, bencana alam sampai takut tak bayar hutang. Bangsa kita juga sudah sering menghadapi keyakinan, mulai dari sumpah palapa, sampai Indonesia emas 2045.

Dua hal ini menjadi alasan kuat mengapa tulisan ini hadir. Kenapa demikian? Saat ini keberanian kita sedang diterpa. Ketakuan dan keyakinan menjadi dua sisi dalam satu lambang yang mesti digenggam oleh seluruh tangan-tangan manusia.

Sebab Covid 19 telah menampakan anggara-nya. Ia menyusupkan ketakuan dan keyakinan dalam setiap benak manusia, dalam benak seluruh penduduk bangsa Indonesia.

Naif rasanya jika kita tidak peduli, atau menyangkal akan kondisi ini. Jutaan telah terinfeksi (+/-15 Juta) dan ratusan ribu jiwa telah tiada.

Resesi ekonomi dan lumpuhnya kehidupan sosial terjadi setelahnya. Begitu cepat, tak terduga dan memusingkan banyak kepala. Ini berlaku bagi semua orang, baik pedagang bakso ataupun pemimpin negara.

Ini juga berlaku bagi seluruh kawasan, baik negara yang disebelah timur, maupun negara yang disebelah barat. Kita, mereka dan semua terpukul dengan makhluk kecil tak kasat mata, yang bahkan tak terdengar sedikit pun suaranya.

Beberapa data dan opini akhir-akhir ini juga banyak yang membuat orang khawatir. Misalnya dalam hal kemiskinan, Bank Dunia memperkirakan akan ada 120 juta orang yang jatuh miskin akibat pandemi covid 19 ini.

Indonesia sendiri diperkirakan akan ada 5,5-8 juta orang yang jatuh miskin. Apabila tidak ada bantuan massif dari pemerintah, lonjakan kemiskinan akan sangat signifikan. Belum lagi, penambahan fasilitas kesehatan dan banyaknya tenaga medis yang gugur membuat semuanya semakin buruk.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Ragnarok Zero: Global Resmi Diluncurkan pada 18 Agustus

Senin, 17 Agu 2026 - 23:38 WIB