Merayakan Pandemi lewat Koalisi Rakyat, Filantrofi dan Parlemen

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 3 November 2020 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Hidayat, M.Pd, adalah seorang Guru/pendidik. (Foto: Ahmad Hidayat)

Ahmad Hidayat, M.Pd, adalah seorang Guru/pendidik. (Foto: Ahmad Hidayat)

Esai ini akan menjelaskan persatuan seperti apa yang dibutuhkan dimasa pandemi ini. Tentu saja, rincian pembahasannya merujuk pada data sejarah bangsa dan sejarah pandemi dunia yang dapat menjadi wiyata.

Ya, pendemi kali ini bukanlah yang pertama kali, mari kita belajar dari fenomena yang ada sebelumnya.

Pembahasan

Merayakan pandemik melalui sila ke-3, inilah yang mesti disosialisasikan kepada seluruh rakyat Indonesia. Pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mempertautkan hasrat-hasrat persatuan itu ke dalam kerangka kebangsaan.

Soekarno berulang kali menyebutkan “pembentukan suatu bangsa pertama-tama karena adanya kesamaan riwayat (nasib) dan kehendak untuk bersatu”.

Dalam hal ini, persatuan tidak hanya mengikat pada bangsa kita sendiri, tapi juga memperluas mengatur pertaliannya dengan negara lain. Inilah yang disebut dengan “E’tat nation, nationale staat, negara kebangsaan”, yang mensyaratkan “kedaulatan ke dalam dan kedaulatan ke luar”. Inilah yang disinggung secara eksplisit oleh Muhammad Yamin.

Persatuan Indonesia adalah bentuk persatuan yang sistematis antara rakyat, filantropi, parlemen, dan pemerintah eksekutif. Keberanian dan persatuan dalam menghadapi pandemic covid 19 memang harus terstruktur dan mengikat satu sama lain.

Rakyat sebagai elemen dasar bangsa dan sebagai penguasa terbesar negara tidak boleh menyerah dan berpangku tangan begitu saja. Rakyat harus saling menguatkan antar rakyat, harus menguatkan tenaga medis, harus menguatkan pemerintah, dan harus menjadi pelopor dalam membantu sesama dan negara.

Persatuan antar rakyat ini akan memberi stimulus positif kepada oknum-oknum yang masih meremehkan covid 19. Misalnya, bila kita berkaca pada Jerman yang cukup sukses menghadapi covid 19 dibandingkan negara-negara Eropa lain yang salah satu faktornya adalah berhasil memisahkan orang sakit/terinfeksi, pasien tanpa gejala dan populasi penduduk sehat. Tanpa ada persatuan dari rakyat Jerman, hal tersebut sangat sulit dilakukan.

Pada tahun 1918, Dunia juga pernah mengalami pandemi akibat wabah flu spanyol yang disebabkan virus H1N1. Saat itu, sekitar 500 juta orang terinfeksi (sepertiga penduduk dunia) dan menewaskan 50 juta orang.

Wabah ini disebut sebagai pandemi paling mematikan abad 20. Kondisinya pun sama, saat itu belum ada vaksin untuk melindungi dari infeksi virus.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Ragnarok Zero: Global Resmi Diluncurkan pada 18 Agustus

Senin, 17 Agu 2026 - 23:38 WIB