Merayakan Pandemi lewat Koalisi Rakyat, Filantrofi dan Parlemen

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 3 November 2020 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Hidayat, M.Pd, adalah seorang Guru/pendidik. (Foto: Ahmad Hidayat)

Ahmad Hidayat, M.Pd, adalah seorang Guru/pendidik. (Foto: Ahmad Hidayat)

Vietnam dan Selandia Baru boleh saja aman dari covid 19, tapi mereka tidak akan aman dari pandemi, karena suatu negera saat ini tidak akan bisa survive tanpa negara lain.

Itulah yang mesti digaungkan oleh orang-orang yang paham betapa keberanian dan persatuan akan segera menyingkirkan pandemi ini secara perlahan.

Persatuan bangsa dan persatuan antar bangsa sangat dibutuhkan saat ini. Negara-negara tidak bisa bergerak sendiri-sendiri, semuanya harus bersatu.

Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI memiliki peran strategis untuk mewujudkan persatuan itu. Indonesia pernah menjadi perantara persatuan negara-negara asia-afrika.

Kini, sudah saatnya Indonesia menjadi pelopor kembali dalam mewujudkan persatuan itu dan mengumumkan kepada dunia bahwa Indonesia siap menjadi bagian penting dalam menyelesaikan pandemic secara global.

Kerja sama antar parlemen dunia akan menjadi suryakanta dalam menemukan informasi dan memudahkan banyak hal di segala bidang.

Terutama mengenai data covid dan cara menyelesaikannya di suatu negara untuk menjadi contoh bagi negara lain. Juga dapat menekan pihak-pihak yang memiliki kapasitas untuk segera melakukan penelitian lanjut guna memprediksi bagaimana covid 19 ini dapat terhenti.

Selain itu, kerja sama juga dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi lain terutama soal dampak ekonomi, kesehatan, sosial dan pendidikan.

Kesimpulan

Pandemi covid 19 telah mengabarkan betapa keberanian saja tidak cukup untuk menghadapinya. Pandemi mengajarkan bahwa manusia harus memiliki hati yang nirwana dan derana. Pandemi mengharuskan manusia bersatu dalam satu ikatan nasib yang sama.

Rakyat harus lebih survive lagi, filantrofi harus lebih bekerja keras lagi, parlemen harus lebih kuat lagi, pemerintah harus lebih bertindak lagi, dan semuanya harus saling menguatkan lagi.

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru