Begitupun dengan pemerintah, dalam hal ini lembaga eksekutif dan legislative sebagai pelaksana, pengawas, pengatur legislasi serta orang yang mahardhika dan bestari.
Seluruh kegiatan dan pemikiran mereka harus berfokus pada negara dan rakyat, terutama dalam mengatasi berbagai dampak pandemic.
Dalam skala nasional, pemerintah dan parlemen harus memberikan kepastian dan ketenangan kepada seluruh rakyat Indonesia.
Terutama mengenai pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, fasilitas kesehatan dan terobosan pendidikan guna meminimalisir dampak pandemi.
Bila semuanya bersatu dan memiliki nasib yang sama dalam kondisi ini, maka dampak-dampak dari pandemic akan memudar.
Ini dikarekan kesadaran persatuan telah menumbuhkan kesadaran-kesadaran lain yang membantu meminimalisir pergerakan penularan covid 19 dan juga membantu memaksimalkan pergerakan ekonomi.
Setelah itu, sebagai bangsa yang besar dan memiliki sejarah panjang yang tidak hanya memikirkan rakyat sendiri, Indonesia harus memiliki peran strategis dalam membantu menstabilkan situasi serta kondisi yang mulai terhuyung-huyung ini.
Salah satu yang memiliki kesempatan membawa nama Indonesia untuk menjadi pelopor persatuan bangsa-bangsa dalam meminimalisir buasnya fenomena pandemic secara global adalah mereka yang berada dalam gedung parlemen.
Kita tidak bisa terbebas dari pendemi jika hanya memikirkan negara sendiri. Kenapa? Kita ambil contoh Vietnam atau Selandia Baru yang sukses memutus jaringan covid 19 di negaranya.
Tapi, apakah mereka terbebas dari pandemi? Tentu saja tidak, karena negara-negara lain yang sibuk dengan covid akan memutus banyak hubungan dengan mereka.





