Realitas di Balik Penghargaan Menkeu Terbaik versi The Banker untuk Sri

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 5 Januari 2019 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIGA HARI lalu, majalah The Banker memberikan penghargaan sebagai “Best Finance Minister of the Year 2019” kepada Sri Mulyani untuk kategori Dunia dan juga Asia Pasifik. Bila melihat alasan pemberiannya seperti dituliskan di website resmi The Banker, kalimat pembukanya: “Di 2018, Indonesia menghadapi tragedi tetapi negara ini cepat pulih di bawah kepemimpinan dari menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati.”

Kemudian di kalimat yang lain, “Dalam merespon ini (bencana), Sri Mulyani memodernisasi respon negara Indonesia terhadap bencana alam melalui suatu strategi baru pembiayaan resiko bencana. Diumumkan di Oktober 2018, strategi ini akan menjamin asuransi bangunan publik sejak 2019, melindungi dan menolong mereka untuk mempercepat proses pemulihan.”

http://opiniindonesia.com/2019/01/03/prestasi-semu-menteri-keuangan-sri-mulyani-di-tahun-2018/
 
Jadi The Banker memberikan penghargaan kepada Sri Mulyani karena menciptakan model baru asuransi pembiayaan yang masih akan diterapkan untuk menangani bencana yang akan datang. Anggaplah ini akan berguna.

BACA JUGA : Wah, Menteri Sri Klaim Bombastis soal Penerimaan APBN yang Lampaui Target

Tetapi pastinya, semenjak Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan Pemerintahan Jokowi, dirinya sudah tiga kali memotong anggaran badan resmi nasional yang mengurus penanganan bencana, BNPB, hingga tinggal sepertiga dari besaran awalnya. Anggaran BNPB tahun 2017 masih sebesar Rp 1,8 triliun.

Tahun 2018 dipotong Sri Mulyani tinggal menjadi Rp 746 miliar, dan tahun 2019 anggaran BNPB dipotong lagi sehingga hanya tinggal Rp 610 miliar.
 
Selain penanganan pasca terjadinya, bencana juga harus dipikirkan bagaimana memitigasinya agar dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa. Tapi ternyata Sri Mulyani juga memotong anggaran badan resmi negara yang bertugas memitigasi bencana, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

3Seorang anggota DPR dari Komisi V bersaksi, bahwa anggaran BMKG yang diajukan badan tersebut untuk tahun 2019 adalah sebesar Rp 2,7 triliun, tapi Kementerian Keuangan yang dipimpin Sri Mulyani memotongnya hingga hanya tinggal Rp 1,7 triliun. Dengan memotong anggaran yang diajukan BMKG, artinya Sri Mulyani telah menghambat modernisasi teknologi mitigasi bencana yang sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa manusia Indonesia.    

 

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB