Realitas di Balik Penghargaan Menkeu Terbaik versi The Banker untuk Sri

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 5 Januari 2019 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam penutup paparannya, The Banker memuji serangkaian kebijakan perpajakan yang diterapkan Sri Mulyani di 2018. Tidak perlu saya kutip lagi karena terlalu panjang dan berbunga-bunga, pembaca dapat melihatnya sendiri di website resmi.

Yang terpenting, apapun pujian dari The Banker, faktanya penerimaan pajak dibandingkan terhadap PDB atau tax ratio (dalam arti sempit, minus PNBP) Indonesia di bawah Sri Mulyani terus menurun. Menurut INDEF, tahun 2016 tax ratio masih di 10,4%, dan tahun 2017 turun ke 9,9%.

Kemudian, tahun 2019 (berdasarkan perhitungan saya) tax ratio kembali turun ke 9,2%. Besaran tax ratio Indonesia yang masih di kisaran ini sangat jauh di bawah dari standar tax ratio negara-negara maju, OECD, yang sebesar 34,2% (2017).
 
Aneh sekali, semua poin pujian yang tertulis dalam paparan The Banker sebagai landasan pemberian penghargaan kepada Sri Mulyani, seperti tidak sesuai dengan realitas situasi Indonesia.

Kemudian bila saya analisa lebih dalam lagi, dengan melihat pemaparan dari The Banker dalam pemberian penghargaan kepada para menteri keuangan di berbagai negara selama tiga tahun ke belakang, ditemukan benang merah dari realitas di baliknya:

1) Menerbitkan surat utang dengan yield tinggi.

Yield surat utang Indonesia (tenor 10 tahun) di bawah Sri Mulyani saat ini sebesar 8,08%. Yield surat utang India (tenor 10 tahun) di bawah Menteri Keuangan India Arun Jaitley -yang menerima penghargaan yang sama tahun 2018- adalah sebesar 7,4%.

Dan yield surat utang Argentina (tenor 10 tahun) di bawah Menteri Keuangan Argentina Alfonso Prat-Gay -yang menerima penghargaan yang sama tahun 2017- adalah sebesar 7,5%. Kita tahu semakin tinggi yield, maka semakin tinggi keuntungan para investor pasar keuangan mitra The Banker.  
 
2) Berhutang dalam jumlah besar ke pasar atau grup IMF-Bank Dunia.

Total surat utang yang diterbitkan Sri Mulyani sepanjang 2018 adalah sebesar USD 28,4 miliar. Menkeu Argentina Alfonso Prat-Gay dipuji The Banker karena berhasil memperbaiki hubungan dengan vulture fund (setelah masalah renegosiasi utang Kirchner tahun 2002) dan menerbitkan surat utang USD 16,5 miliar tahun 2016.

Menteri Keuangan Sri Lanka Ravi Karunanayake -Menteri keuangan Terbaik tahun 2017 se-Asia Pasifik versi The Banker- “sukses” menarik utang dari IMF sebesar USD 1,5 miliar dan menerbitkan surat utang ke pasar sebesar USD 6,6 miliar. 

3) Menerapkan kebijakan Austerity policy

Sri Mulyani, Alfonso Prat-Gay, Arun Jaitley, dan Ravi Karunanayake menerapkan kebijakan ini dalam kebijakan fiskal di negaranya. (*)

[Oleh : Gede Sandra. Penulis adalah analis ekonomi]

(*) Untuk membaca tulisan Gede Sandra yang lainnya, silahkan KLIK DI SINI
 

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB