Ciri negara totaliter atau komunis yang dipraktekkan di negara demokrasi.
Keempat, penyusupan ideologi sesat secara halus seperti Ahmadiyah, Syi’ah, dan lainnya dapat memasuki narasi naskah.
Otoritas kekuasaan berperan dalam proteksi.
Kelima, cara Nabi berda’wah semakin jauh dari peneladanan. Beliau SAW bertabligh tanpa panduan teks.
Segar dan menyentuh fikiran dan rasa mustami/audiens. Berapi-api saat perlu.
Bahwa ada panduan dapat saja bermanfaat, tetapi mudharat lebih besar dari manfaatnya.
Di samping dapat mubazir atas produk besar besaran, juga bisa saja kelak tak perlu lagi ada khatib naik mimbar, cukup diperdengarkan saja “suara khatib” yang membacakan naskah Kemenag.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






