Siapa yang Masih Mampu Bertahan dalam 10 Tahun ke Depan

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 23 November 2020 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsultan komunikasi dan penulis Buku, Anab Afifi. /Instagram.com/@anabafifi.

Konsultan komunikasi dan penulis Buku, Anab Afifi. /Instagram.com/@anabafifi.

OPINI INDONESIA – Banyak bisnis akan mati dalam 10 tahun ke depan. Hal ini karena tidak mampu menyesuaikan perubahan untuk mangakomodasi teknologi.

Demikian John Chambers, seorang eksekutif bisnis dari Cisco.

Tidak sedikit yang bilang: “waktu 10 tahun itu masih lama”.

Itu berarti tahun 2030. Di masa itu, kata Chambers, 40% bisnis akan mati.

Namun, bila Anda merenungkan pencapaian bisnis Anda hari ini, ternyata itu berkat perjuangan dan kerja keras puluhan tahun. Dengan pola pikir membalik waktu seperti ini, Anda tiba-tiba sadar: “waktu 10 tahun seperti sekejap saja”. Seperti kemarin sore.

Padahal, kesuksesan itu baru beberapa tahun saja dinikmatinya. Lantas Covid-19 datang. Resesi menjelang.

Padahal, ini baru permulaan. Sekolah-sekolah dan kampus sudah tutup. Toko dan mal sepi. Penutupan usaha terjadi di mana-mana. Pemutusan karyawan tak terhindarkan.

Bangunan-bangunan ruko yang berderet-deret itu, kosong penuh plang iklan dijual. Gedung-gedung pencakar langit mendadak jadi sarang hantu.

Tapi, di sisi lain muncul sekelompok orang yang mendadak jadi orang kaya baru (OKB). Itu karena penguasaan platform teknologi baru.

Ada sebuah bisnis jasa mengelola rapat online yang luar biasa larisnya. Jagaters, namanya.

Banyak lahir para sultan: sebutan OKB dari berjualan online.

Ada juga profesi penyebar isu-isu sensitif di media sosial. Mereka bekerja untuk tangan-tangan yang tidak kasat mata. Tak peduli energi negatif bangsa tersulut akibat tindakan itu.

Seiring banyaknya orang nganggur, muncul juga kesibukan baru yang masiv. Ibu rumah tangga mendadak pandai mencari uang hanya dari jempol mereka. Sebab, para suami banyak kehilangan penghasilan.

Ini persis apa yang diramalkan Bill Gates 20 tahun lalu: “Information on your finger tip”. Semua akan Anda peroleh cukup dengan menjentikkan jari.

Coba tarik mundur lagi. Akhir ’80-an Tofler meramalkan suatu keadaan tentang dunia hari ini yang sama-sama telah kita buktikan.

Pada bulan-bulan jelang akhir tahun begini, di level korporasi para eksekutif perusahaan tidak hanya sibuk membuat evaluasi. Tetapi juga harus menyiapkan rencana bisnis.

Mereka, jamaknya, tidak hanya menyusun rencana bisnis setahun ke depan. Tetapi juga lima tahun ke depan. Disebut dengan jangka menengah.

Di kalangan BUMN, rencana bisnis itu disebut dengan RKAP. Bagi perusahaan go public, sekarang ada kewajiban menyusun Rencana Aksi Keberlanjutan Keuangan (RAKB). Ini amanat POJK No 51 tahun 2017. Intinya adalah rencana bisnis.

Lantas, apa yang harus disiapkan dalam rangka me-leverage teknologi baru agar di tahun 2030 tetap eksis.

Jikalau pun tidak percaya ramalan Chambers, setidaknya siapkan saja kematian bisnis Anda yang husnul khotimah.

Oleh : Anab Afifi, CEO Bostonprice Asia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru