Top Score, Anies Makin Banjir Relawan

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 24 Mei 2021 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. /Instagram.com/@aniesbaswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. /Instagram.com/@aniesbaswedan

OPINI INDONESIA – Dimita tanggapannya soal pemilu 2024, Anies selalu menjawab: itu masih jauh. Yang di hadapan mata adalah tugas sebagai gubernur DKI yang harus dituntaskan.

Banyak pekerjaan yang belum selesai, dan 2022 harus diselesaikan. Karena 2022 adalah masa akhir jabatan Anies Baswedan.

Banyak pihak mendesak Anies membuat timses. Setidaknya tim media sebagaimana Ganjar Prabowo dan Ridwan Kamil. Anies enggan menanggapi. Orang-orang di lingkaran Anies dan para kolega sadar bahwa Anies ingin fokus menuntaskan kerja di DKI.

Biarlah rakyat yang menilai atas kinerjanya. Setelah itu, serahkan sepenuhnya kepada rakyat. Karena negara ini milik rakyat. Kira-kira begini kesimpulannya: “jangan bodohi rakyat dengan banyak polesan buatan”.

Ternyata, Anies benar. Hasil kerja adalah bukti sesungguhnya siapa dirinya. Rakyat melihat dan menilai itu. Fokus kerja sebagai gubernur telah mendapat apresiasi, tidak saja dalam bentuk penghargaan dari sejumlah lembaga, tapi juga respon positif dari rakyat.

Berdasarkan hasil dari sejumlah lembaga survei, Anies menempati posisi tertinggi. Top Score. Disusul kemudian oleh Prabowo Subianto, lalu Ganjar Pranowo.

Selain semangat, fokus dan hasil kerja, tentu ada faktor lain yang membuat rakyat memilih Anies. Diantaranya adalah cara berkomunikasi, kesediaannya berkolaborasi dengan semua pihak, pola kepemimpinannya yang merangkul, kemampuannya berbicara di forum-forum internasional, kesabaran dan kematangannya dalam menghadapi kritik, dll.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru