Jika sama dengan pandangannya yaitu progresif, anti kapitalisme dan menuju masyarakat tanpa kelas maka Agama bukanlah candu.
Sebaliknya, jika menjadi berbeda makna apalagi memusuhi, maka Agama adalah candu. Agama ditempatkan sebagai alat mainan PKI menuju masyarakat Komunis. Pancasila sebagai sebuah alat memiliki tafsir dan tempat tersendiri bagi Aidit dan PKI.
Karenanya PKI mampu berteriak lantang soal “Membela Pantja Sila” dan bersama Soekarno akhirnya membubarkan Partai yang berjuang untuk bangsa dan Agama yaitu Masyumi. “Konsepsi Presiden” yang berujung “Nasakom” menjadi fase nyaman bagi penguatan PKI menuju kudeta.
Menurut Aidit PKI bisa bermetamorfosis menjadi partai lain asal revolusioner dan berprinsip untuk mengubah hal yang stagnan. Tujuannya adalah masyarakat tanpa kelas.
Mungkin ini yang dimaksud oleh seorang kader anak PKI yang menyatakan PKI boleh bubar tetapi ideologi Komunisme tetap hidup. Ia pun berada di partai lain untuk terus berjuang.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






