Wefie dengan Jokowi Sambil Salam Dua Jari adalah Simbol Perlawanan Rakyat

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 7 Januari 2019 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lain lagi ketika Jokowi berkunjung ke sebuah pesantren di Jawa Tengah para santri terlihat bergembira ria mengacungkan salam dua jari. Bahkan seorang emak-emak berani secara terbuka bertanya kepada Jokowi. “Berbeda pilihan boleh ya Pak?” ujarnya sambil mengacungkan salam dua jari.

Ada fenomena apa ini? Keberanian rakyat mengacungkan salam dua jari di hadapan Jokowi, menandakan telah ada perlawanan massal rakyat yang dilakukan secara terbuka dan damai. Saya menyimpulkan, inilah tanda-tanda rakyat berbalik arah dukungan mereka kepada Prabowo-Sandi karena tidak mempercayai lagi Jokowi.

Menyetujui Hersubenu Arief dalam tulisannya ‘Perlawanan Massal Salam Dua Jari’, fakta ini menyadarkan bahwa telah terjadi metamorfosa yang sangat cepat. Ada aksi pembangkangan rakyat atau social disobedience terhadap Jokowi. Social disobedience terjadi karena social distrust atau pemimpin tidak lagi dipercaya dan social disorder atau penegak hukum yang tidak adil dan aparat Negara yang memihak penguasa.

Awalnya memang hanya berupa permainan “uji nyali salam dua jari bersama Jokowi”, menjadi ‘Gerakan Perlawanan Salam Dua Jari’ atau istilah kerennya social disobedience movement.

Karena itulah, muncul fenomena rakyat ingin #2019GantiPresiden. Rakyat menagih janji pemerintahan Jokowi yang sebanyak 66 janji yang belum dipenuhi sepanjang empat tahun memerintah.

Rakyat merasakan harga-harga kebutuhan pokok mahal, harga listrik dan BBM naik, sementara sulit mencari pekerjaan. Di sisi lain, impor bahan pangan masih banyak terjadi pada saat petani panen raya, yang justru makin mencekik kehidupan petani.

Dan di Ponorogo adalah bentuk perlawanan terbesar. Jika menilik sejarahnya, Ponorogo di Jatim, termasuk kawasan Mataraman. Kawasan Mataraman ini terdiri dari daerah Ngawi, Madiun, Blitar, Ponorogo, Magetan dan Kediri, yang secara tradisional kawasan tersebut dikuasai oleh PDIP.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB