Wefie dengan Jokowi Sambil Salam Dua Jari adalah Simbol Perlawanan Rakyat

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 7 Januari 2019 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Ponorogo juga ada Pondok Pesantren Gontor, namun pada Pilpres dan Pileg 2014, partai-partai nasionalis masih mendominasi perolehan suara di Ponorogo. Bahkan, bupati Ponorogo juga berasal dari Nasdem. Jadi bisa dikatakan inilah kandangnya Jokowi.

Lantas mengapa rakyat Ponorogo berbondong-bondong mengalihkan dukungan? Saya melihatnya mungkin rakyat Ponorogo kecewa terhadap program Jokowi. Di Ponorogo, sudah menjadi rahasia umum jika pada bulan Maret 2015 Jokowi sempat berjanji membagi-bagikan ribuan traktor untuk petani di Ponorogo.

Sedianya ada 41 ribu traktor yang akan dibagikan, tetapi petani Ponorogo hanya kebagian 3.000 traktor. Itu pun hanya sekadar janji, karena ribuan traktor yang dipajang sepanjang jalan hilang bersama dengan kepergian Jokowi. Nama Jokowi menjadi melegenda di Ponorogo sebagai presiden pembawa traktor tersingkat. Kebijakan Jokowi bagi rakyat Ponorogo hanya pencitraan belaka.

Tidak mengherankan jika banyak janji yang diucapkan Jokowi langsung kepada rakyat yang tidak terpenuhi, membuat rakyat beralih.

Jokowi akhirnya menghadapi perlawanan rakyat yang tidak lagi mendukungnya, tetapi beralih mendukung capres-cawapres nomor urut 02.

Setelah Jokowi melawan ‘bangku kosong’ karena acara-acara yang dihadiri Jokowi selalu sepi pendukung, di awal tahun 2019 ini Jokowi melawan ‘salam dua jari’ dari rakyat sebagai bentuk perlawanan mereka untuk tidak mendukungnya lagi.

Inilah tanda kita akan punya presiden baru. (*)

[Oleh : Sudaryono. Penulis adalah pebisnis dan politisi. Tulisan ini sudah dipublikasikan di akun medsos pribadinya]

(*) Untuk membaca tulisan Sudaryono yang lainnya, silahkan KLIK DI SINI.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB