Apakah HRS Berani Keliling Berdakwah Revolusi Akhlak di Saat Covid

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 23 November 2020 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab./Instagram.com/devianggraeni398/

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab./Instagram.com/devianggraeni398/

OPINI INDONESIA – Ketika nyonya rumah berkomentar tentang Imam Besar Habib M. Rizieq Shihab atau lebih dikenal dgn HRS, betapa “keberaniannya” untuk kembali ke Indonesia, saya tergelitik komen singkatnya tersebut.

Sehingga diskusi singkat terjadi. Jarang sekali terjadi diskusi. Dia senang nonton sinetron, sementara saya tidak ada waktu untuk nonton sinetron. Lagian saya memang tidak suka.

Nah saya harus mengamati, bisa saja pikirin atau pendapat perempuan yang saya cintai tersebut, mewakili pemikiran sebagian perempuan di Indonesia.

Relatif sangat religius di banding para kaum lelakinya (hal ini bisa jadi topik diskusi lagi nanti).

Lho? kan pulang ke Negara sendiri apa yang mesti ditakuti?, semua perangkat perundangan-undangan dan peraturan melindungi segenap warga Negara. Iya tapi hukum bisa juga diakali untuk memperdaya dan medzalimi warga negara lirih jawab ibu anak saya. Wah. jadi mikir juga, rupanya diam-diam dia jadi pengamat yang kritis.

Kembali ke topik, kepulangan HRS (hanya seorang ulama, bukan Jenderal, bukan Pimpinan Parpol yang mempunyai kekuasaan) ternyata telah membuat rejim pemerintahan Jokowi menjadi sangat sibuk & bingung.

Bingung tergambarkan dari reaksi di berbagai media. Tidak saja Menkopulhukam dengan barisannya lengkap jumpa pers disertai “ancaman”.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru