BRI Optimis Penjualan ORI025 Laris Manis, Bisa Melebihi dari ORI Sebelumnya

- Pewarta

Kamis, 1 Februari 2024 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank BRI optimis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 025 bisa melebihi dari ORI sebelumnya. (Dok. BRI)

Bank BRI optimis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 025 bisa melebihi dari ORI sebelumnya. (Dok. BRI)

BISNISNEWS.COM – Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 025 resmi mulai ditawarkan pada Senin 29 Januari 2024.

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu mitra distribusi penjualan, BRI Optimis penjualan ORI025 bisa melebihi dari ORI sebelumnya.

Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengatakan, ORI025 dapat menjadi alternatif yang menguntungkan dan aman untuk nasabah.

“ORI Seri ORI025 dapat menjadi pilihan aman baik untuk investor lama dan investor pemula, di mana SBN dapat berperan sebagai investasi yang tidak memerlukan dana yang besar, karena bisa dari Rp. 1 Juta dan tidak ada perbedaan kupon baik Rp. 1 juta atau Rp.100 Juta” ujarnya.

Dengan jenis kupon tetap atau fixed rate, ORI025 ditawarkan dalam dua seri yaitu 0RI025T3 dengan tenor 3 tahun dan ORI025T6 dengan tenor 6 tahun.

ORI025T3 ditawarkan dengan kupon 6,25% per tahun sementara ORI025T6 akan ditawarkan dengan kupon 6,40%.

“Untuk daya tarik ORI025, kondisi ekonomi yang bersifat fluktuatif dari tahun ke tahun, investasi ini dapat menjadi alternatif investasi jangka panjang yang baik untuk investor, yang dapat disesuaikan dengan financial goals masing-masing.”

“Kemudian, ORI025 bersifat likuid karena dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder sehingga dana dapat dicairkan saat dananya dibutuhkan oleh nasabah.”

“ORI025 juga bersifat tradable, yakni nasabah berpotensi memperoleh capital gain (potensi keuntungan) bila dijual pada harga yang lebih tinggi dibanding harga beli,” urai Handayani.

BRI menawarkan kemudahan untuk pembelian ORI025, nasabah tidak perlu lagi datang ke ATM atau Kantor BRI.

Cukup dengan membuka BRImo dan Web sbn.bri.co.id, nasabah dapat melihat ringkasan produk dan sisa kuota yang tersisa.

Namun, yang perlu diperhatikan pastikan nasabah sudah memiliki RDN. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Login ke BRImo

2. Pilih menu Investasi

3. Pilih menu e-SBN dan tap beli SBN

4. Pilih produk e-SBN yang sedang aktif masa penawarannya

5. Masukkan nominal pembeliannya

6. Lanjutkan ke pembayaran melalui menu MPN gen2 sesuai nominal, dan telah melakukan konfirmasi S&K pembelian produk SBN

7. Input PIN BRImo

8. Pembelian SBN berhasil

“Seluruh layanan keuangan BRI senantiasa mendukung aspek integrated and one stop financial solution untuk mendukung kebutuhan nasabah individu maupun bisnis, melalui berbagai instrumen, seperti obligasi pemerintah, obligasi korporasi, reksadana, sekuritas, bancassurance maupun pengelolaan dana pension,” pungkas Handayani.***

Berita Terkait

Rp200 Triliun untuk BRI, BNI, Mandiri, BTN, BSI, Rosan: Dorong Ekonomi
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
PBB-P2 Dominasi PAD, Tantangan Kemandirian Fiskal Masih Menghantui
Hoaks Uang Rp250.000 Edisi 80 Tahun RI: Dampak dan Fakta Ekonomi
Dari Printer Bursa ke Aplikasi Mobile, Pasar Modal Berubah, Risiko Kian Besar
Momentum Bullish Pasar RI Menguat, CSA Index Agustus 2025 Jadi Pemicu Utama
Manfaat Press Release Berbayar untuk Publikasi Cepat dan Reputasi Bisnis
Rekening Tidak Aktif Ditertibkan, Bank Tegaskan Keamanan Dana Nasabah Terjaga

Berita Terkait

Rabu, 17 September 2025 - 09:37 WIB

Rp200 Triliun untuk BRI, BNI, Mandiri, BTN, BSI, Rosan: Dorong Ekonomi

Senin, 15 September 2025 - 06:33 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

PBB-P2 Dominasi PAD, Tantangan Kemandirian Fiskal Masih Menghantui

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:28 WIB

Hoaks Uang Rp250.000 Edisi 80 Tahun RI: Dampak dan Fakta Ekonomi

Senin, 18 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Dari Printer Bursa ke Aplikasi Mobile, Pasar Modal Berubah, Risiko Kian Besar

Berita Terbaru