Aksi Tolak Omnibus Law dan Gagalnya Demokrasi Indonesia

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 26 November 2020 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demontrasi Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @rfhd_14)

Demontrasi Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @rfhd_14)

Wartawan terkena dampak pengerusakan alat dan hasil liputan. Kekerasan dan kerusuhan tidak bisa dihindari.

Tanggal 13 Oktober 2020 massa dari organisasi Persaudaraan Alumni (PA) 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), Front Pembela Islam (FPI), sejumlah Ormas Islam dan pelajar menyusul mengadakan aksi demonstrasi menolak UU Omnibus Law Ciptaker.

Demo tersebut berlangsung di depan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi ini juga berakhir ricuh.

Sejumlah tindakan represif aparat memukuli dan menangkap massa aksi Omnibus Law kian menambah catatan kesewenangan dan pelanggaran oleh aparat.

Menjelang senja, polisi memasuki perkampungan di Kwitang, menembakkan gas air mata, peluru karet, melakukan pemukulan dan penangkapan massa.

Kasus lain yang terekam diantaranya, Polisi menabrak relawan medis Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Polisi memukuli dan menyeret petugas medis yang mengenakan rompi relawan meskipun sudah memberitahu bahwa mereka adalah relawan yang bertugas.

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru

Pers Rilis

Chelsea FC Umumkan Kemitraan Global Terbaru dengan GAC

Sabtu, 10 Okt 2026 - 04:00 WIB