Keluhan ini sering kita temukan dari para prajurit tersebut yang sedih melihat perintah pimpinannya yang dianggap sudah jauh keluar menjadi alat kekuasaan politik. Bukan melindungi rakyat dan kedaulatan negara lagi.
Rakyat hari ini sudah semakin cerdas. Kehadiran KAMI adalah sebuah keniscayaan ketika negara ini tak lagi berpihak pada kepentingan rakyat. Sudah jauh lari dari konstitusi. Sedangkan lembaga legilatif dan yudikatif semua sudah mati di bawah ketiak penguasa.
Jadi sangat wajar, monentum kehadiran KAMI ini sangat tepat sebagai penyeimbang dan poros perlawanan secara moral dan konstitusional. Dan saya yakin, KAMI akan terus menggelinding bagaikan bola salju tsunami selaras dengan kejenuhan rakyat hari ini.
Satu-persatu tokoh sentral tingkat nasional bahkan kalangan istana sudah mulai main mata merapat dan berdialog dengan para aktifis KAMI. Bahkan dari kalangan pengusaha dan politisipun mulai bergeser biduk politiknya kearah KAMI melihat “trend” dukungan rakyat yang semakin luas terhadap KAMI. Hingga diaspora luar negeri pun berjejer di belakang KAMI untuk berjuang bersama menyelamatkan Indonesia dari cengkaraman neo Komunis dan neo liberalis.





