Penulis melihat langsung, keduanya mampu menghipnotis audiens melalui olah kata secara oral. Impresi, intonasi, bahasa simbol, pilihan frasa, prinsipnya keduanya tak hanya jago menulis, tapi juga jago berdiskusi.
Kangen, jalan lagi dengan keduanya. Pandemi ini, memang menjadi salah satu udzur, diskusi tak lagi semasif dulu. Gantinya, diskusi webinar menjadi alternatif pengganti di situasi Pendemi.
Sebenarnya, kangen pada keduanya lumayan terobati dengan membaca tulisannya. Namun, kangen makan duren bersama, itu yang tak tergantikan.
Duren, adalah ‘Legacy Diskusi’ yang tak mungkin terlupakan. Bersama Bang Muslim dan Bung Rizal, penulis dibuat puas makan Duren oleh Cak Slamet Sugianto dan Mas Fajar Kurniawan.
Cak Slamet, menyebut Duren tersebut sebagai “Durian Perlawanan”. Durian yang selalu dihadirkan dalam diskusi perlawanan, terhadap segala bentuk kezaliman dan penindasan. Perlawanan terhadap hegemoni ideologi kapitalisme sekuler dan sosialisme komunisme.
Salam hormat dan kangen Bang dan Bung, insyaAllah Allah SWT beri kesempatan kita diskusi lagi. Eh salah, kesempatan makan duren lagi maksudnya.
Oleh : Ahmad Khozinudin, Sastrawan Politik.
Halaman : 1 2






