Pemerintah berhasil membangun kereta berAC, Bus berAC, Pesawat Terbang mewah; tetapi warga yang menggunakan motor makin banyak. Apakah ini wajar, hah. Jalan tol berseliweran di muka bumi, tetapi siapa yang diuntungkan oleh fasilitas transportasi itu. Inikah performance BUMN yang mau kita bangun yang pasti cita-citanya bikin produk wah seperti kereta cepat lagi, nyadar dong.
Kalau ngomong pengembangan bisnis yang textbook thinking nanti bisa jadi bahan ketawaan. Dunia sedang bergerak ke mashab bisnis yang bertahan, bukan bisnis akrobatik yang mengeruk profit sebesar–besarnya. Apa salahnya Jiwasraya yang konon mau jadi bisnis raksasa, tetapi nasabah yang ingin dapat jaminan keselamatan jiwa justru pada klenger.
BUMN bukan tempat praktek sekolah bisnis yang menghalalkan segala cara. Ini bisnisnya negara yang punya misi pengabdian kepada rakyat. Alat kontrolnya adalah pada pengawas perusahaan yang gigih mempertahankan dimensi pemihakan terhadap misi genuine BUMN.
Jangan umpat sembarangan kalau ada sisi kepercayaan dan penugasan pada pengawas dan komisaris. Mereka harus punya wawasan sosial serta memahami dan menjaga marwah BUMN. Ini untuk mengimbangi jajaran direksi yang bisa bertindak ugal-ugalan dalam mengembangkan bisnis dan tends to corrupt.
Pastilah presiden punya kewenangan di sini. Orang yang terpercaya adalah yang presiden ketahui mentalitas dan sikapnya. Ini artinya bukan konspirasi politik dan lebih baik dari komisaris cabutan yang bisa didekte untuk kepentingan tertentu.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






