Perusahaan alat-alat perang (alutsista) di Eropah bukan mendudukkan para ahli perang dan orang yang tahu bisnis alutsista dengan baik. Tetapi orang yang tahu arti tentang perdamaian dan arti perang demi perdamaian. Mereka teruji kredibilitas dan dipercaya atau mendapat proxy kelompok pasifis yang usianya rata-rata 80-90 tahun. Penunjukkan pengawas BUMN arahnya harus ke sana.
Pengawas atau komisaris harus bijak menjalankankan tugasnya antara menjaga misi dan direksi yang harus berjibaku dalam menjalankan roda korporasi. Bukan orang yang pernah pegang senjata dan ditakuti, apalagi yang katanya piawai soal bisnis. Jangan jadikan BUMN sebagai agen enterprises seperti era wild wild west di Amerika.
Orang yang menguasai dan tahu persis BUMN/BUMD di Indonesia belum ada. Pasalnya kelembagaan BUMN selalu berubah-ubah , tentu model bisnisnya juga berubah. Karena itu mottonya : “mari belajar bersama”.
Bukan petentang petenteng mengumbar istilah bisnis enterprise. Kalau yang dipamerin BUMN yang bisa bangun jalan atau penyediaan energi yang monopolis dan tidak kompetitif sorry lah yauw. Termasuk bisnis teknologi informasi yang berbau perburuan rente.
Juga wanti-wanti aja BUMN bukan sekedar cari keuntungan dan mencampakkan public obligation. Di sini sulitnya seperti waktu Yonan akan bikin gerbong KA berAC. Dia harus kaji betul itung-itungan cross subsidynya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






