Kenapa Bu Tejo Senang Bergunjing? Pasti Begini Alasannya

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 26 Agustus 2020 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu-ibu warga belajar buta aksara di GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) Lentera Pustaka. (Foto : TBM Lentera Pustaka)

Ibu-ibu warga belajar buta aksara di GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) Lentera Pustaka. (Foto : TBM Lentera Pustaka)

Saking pentingnya memetik “pelajaran” dari peran Bu Tejo. Saya pun bernasihat kepada 12 ibu-ibu warga belajar di GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) Lentera Pustaka di Kaki Gunung salak Bogor. Ibu-ibu yang tersingkir oleh zaman. Karena belum bisa baca dan tulis di zaman yang katanya canggih, zaman digital.

Setiap minggu ibu-ibu kampung ini secara rutin belajar baca dan tulis. Agar bisa membaca sekalipun hanya mengeja. Agar bisa menulis sekalipun tidak bagus tulisannya. Agar lebih berdaya dari hari-hari kemarin. Sebuah perbuatan baik yang ada pada ibu-ibu kaum buta aksara.

Ibu-ibu warga belajar buta aksara di GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) Lentera Pustaka. Tentang Bu Tejo, maka saya bernasihat kepada ibu-ibu warga belajar buta aksara di GEBERBURA.

“Bu, kita ini sama sekali tidak bisa nambah atau kurangi umur. Itu bukan kuasa kita. Tapi kuasa Allah SWT. Kita juga tidak bisa mengontrol orang lain untuk berprasangka buruk atau tidak pada kita. Kita juga tidak bisa halau orang untuk berbuat zolim kepada yang lainnya.

Tapi yang kita bisa lakukan, hanya terus berbuat baik dan belajar. Termasuk terus semangat belajar baca-tulis…” ujar saya saat di akhir pelajaran.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru