Opiniindonesia.com – Sosok Bu Tejo di film pendek “Tilik” ngetop dan viral. Apa pelajarannya?Tentu ada pelajaran yang harus bisa dipetik dari film pendek itu. Sekalipun hanya hiburan. Peran Bu Tejo dan semua obrolan dan gunjingannya adalah sesuatu yang dekat dalam kehidupan orang-orang Indonesia.
Apalagi di kalangan ibu-ibu. Bahwa dalam kehidupan nyata, selalu ada saja orang-orang yang kerjanya hanya menggunjing, gibah, atau membicarakan kejelekan orang lain. Tapi dalam hidup itu, ada saja orang yang berperan seperti Yu Ning yang selalu berpikir baik dan berbuat baik. Untuk “mencegah” Bu Tejo tidak kebablasan dalam menggunjing orang lain.
Gunjing atau gibah itu dekat dengan kehidupan nyata. Membicarakan kejelekan orang lain itu gampang dan mudah. Bahkan di zaman canggih seperti sekarang. Gunjing dan gibah itu sudah “berpindah” ke digital. Grup WA atau chat pribadi yang kerjanya menggunjing, menggibahi orang lain.
Obrolan lewat ponsel yang kerjanya membahas orang lain, mempersoalkan orang lain. Dan mereka, tanpa sadar, sudah menggunjing dan menggubahi orang lain. Itu semua terjadi karena mereka “merasa baik” walau bukan orang baik yang sesungguhnya.
Sungguh, menggunjing itu hanya terjadi pada orang-orang yang “belum baik” dan terlalu jauh kepada sang pencipta. Hanya tahu sedikit tapi bicara banyak. Orang-orang yang “kering” hatinya, orang yang terlalu banyak berkeluh-kesah dalam hidupnya. Tanpa bisa berbuat baik secara nyata untuk orang lain.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






