Teror adalah Musuh Bersama Rakyat, Kenapa Harus Meneror?

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 2 Desember 2020 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teror biadab kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menewaskan 4 orang. /Pixabay.com/tprzem.

Teror biadab kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menewaskan 4 orang. /Pixabay.com/tprzem.

OPINI INDONESIA – Rumah, di manapun, harusnya jadi tempat yang nyaman dan melindungi penghuninya. Tapi keadaan itu tidak dialami warga di Desa Lembantongoa, Sigi Sulteng (27/11/2020).

Teror biadab kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menewaskan 4 orang, 7 rumah ludes dibakar, dan 150 KK pun mengungsi. Maka, teror Sigi itu musuh semua orang. Hanya ada satu kata untuk teror di bumi Indonesia, “LAWAN”.

Akibat teror, warga ketakutan. Wilayah dan kehidupan masyarakat jadi mencekam. Penuh ketakutan.

Bahkan teror jadi sebab nyawa anak-anak bangsa melayang. Maka jangan diskusi lagi, tidak perlu ada polemik. Teror jelas musuh semua orang.

Harus diberantas tuntas. Teror di manapun, sekecil apapun harus dilenyapkan.

Teror Sigi adalah fakta. Warga sekampung ketakutan. Perasaan campur aduk menuju bahaya. Bingung apa yang harus dilakukan di rumah? Tiba-tiba didatangi dan diserang kelompok teroris.

Atas alasan apapun, teror tidak dibenarkan. Aksi kekerasan, penyerangan, provokasi, merusak kerukunan, dan meluluh-lantakkan persatuan adalah cara kerja yang sengaja dipilih pelaku teror.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru