Pemerintah bisa manfaatkan mereka sebagai sparing partner dalam membangun gagasan dan kebijakan. Bukan sebaliknya, sibuk mencari kesalahan dan melakukan pembunuhan karakter para tokohnya. Tentu, ini tidak baik bagi proses pembelajaran politik dan demokrasi kita.
Pemerintah dan DPR mestinya berterima kasih kepada para tokoh dan anak bangsa yang ikut membantu secara aktif menyelamatkan Indonesia dari krisis, terutama ekonomi, hukum dan politik.
Mereka adalah orang-orang yang peduli terhadap bangsa dan negaranya. Dengan jiwa nasionalismenya, gerakan semacam KAMI inilah yang dapat mencegah terjadinya deviasi, distorsi dan disorientasi pengelolaan negara dari nilai dasar dan cita-cita bangsa.
Terutama di tengah DPR yang sedang kehilangan spiritnya untuk menjalankan tugas kontrolnya.
Jangan justru sebaliknya, pemerintah malah merasa gerah dan berupaya mengganjal KAMI. Gak lucu kalau kemudian pemerintah mangambil sikap oposisi terhadap KAMI.
Oleh : Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa.






