Tahu-tahu krisis. Tahu-tahu bangkrut. Tahu-tahu meledak dan terjadi gejolak sosial. Ini jauh lebih berbahaya. Karena itu, gerakan seperti KAMI dan sejenisnya perlu hadir sebagai alarm, sebelum negara ini makin terpuruk dan terlambat untuk diatasi.
Ada ungakapan: “Orang bodoh selalu melihat siapa yang bicara. Orang pintar selalu melihat apa (konten) yang dibicarakan. Dan orang beradab selalu melihat nilai (value) di balik konten yang dibicarakan”.
Supaya tidak dianggap “bodoh”, semua pihak mesti melihat maklumat KAMI sebagai tema diskusi kebangsaan. Dari sini rakyat belajar dan bagaimana ikut ambil peran menghadapi persoalan negaranya.
Dalam konteks ini, nampaknya KAMI lebih siap. Kesiapan itu terlihat dari kredibilitas para tokohnya yang tampil. Soal ekonomi, ada Said Didu, Ichsanuddin Nursi, Budhiyanto dan Didik J. Rachbini.
Rizal Ramli, kendati tak berada di struktur KAMI, tapi selalu mendukung dan satu pandangan dengan KAMI dalam analisis ekonominya.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya






