Opiniindonesia.com – Lepas diumumkan dari mobil komando aksi selesai. Tiba tiba di depan saya nampak dua orang saling menarik baju dalam kondisi lari, yang dilerai ratusan orang. Kondisi tidak kondusif tersebut menyebabkan saya berusaha menjauh.
Saya mengikuti aliran massa yang padat mengalir menuju gambir. Namun saya membelokkan diri karena belum Sholat ashar. pintu Monas patungkuda saya menuju Masjid dalam parkir IRTI. Saya melihat jam 15.44 WIB
Namun ditengah sholat, suara dentuman berulang kali, yang membuat mata saya perih. Sangat terlihat kepulan asap memenuhi Masjid di Parkir IRTI Monas.
Selepas sholat,.didalam pagar Monas saya melihat anak anak melempari pasukan anti huru hara yang berusaha pelan pelan bergerak membubarkan massa yang melempari kepolisian. Sampai pukul 16.38 dentuman suara dan raungan ambulan masih terus menggema.
Demonstrasi tolak Omnibus Law yang awalnya kondusif diakhiri kerusuhan, KPAI sangat menyayangkan anak anak kembali jadi martir terdepan dengan mereka berani melempari kepolisian. Bahkan nampak ada yang mendekat pasukan bermotor kepolisian.
Cukup tegang pemandangan anak anak yang terus di desak mundur, dengan terus mereka melempari pasukan Kepolisian.
Mulai jam 13.30 saya berada di depan pintu Monas patung kuda. Duduk di pelataran taman, berusaha berbaur dengan massa anak yang hadir. Ribuan anak nampak di dalam massa yang memadati lingkaran patung kuda dan depan pintu Monas.
Saya menemui anak anak yang lama kelamaan asyik ngobrol dengan saya, saya bertukar cerita masa kecil. Merekapun mengakui massa kecil yang sama.
Ceritapun mengalir, mereka 2 kali dari Cengkareng naik mobil bak. Dari Cengkareng sampai Grogol kemudian dari Grogol sampai Harmoni. Dari Harmoni mereka jalan sampai disini.
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
Kata mereka meski PJJ tapi lama lama hanya tugas yang diberikan guru. Sehingga mereka libur panjang dan sering nongkrong. Teman sebelahnya berseloroh sekarang lebih banyak tawuran, katanya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






