Sertifikasi Da’i Sangat Menyakitkan Bahkan Menyesatkan

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 10 September 2020 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama, Fachrul Razi. (Foto : Instagram @fachrulrazi__official)

Menteri Agama, Fachrul Razi. (Foto : Instagram @fachrulrazi__official)

Opiniindonesia.com – Ketika isu reshuffle mengemuka Menteri Agama termasuk yang dinilai pantas diganti. Barangkali dalam rangka meningkatkan kepercayaan dari Presiden, maka pak Menteri bermanuver. Isu radikalisme yang jadi modal dan andalannya di “up date” dengan program deradikalisasi melalui sertifikasi da’i.

Sertifikasi da’i sama saja dengan pengawasan atau pengendalian da’i. Paradigmanya mencurigai dan memata-matai. Cara pandang buruk Pemerintah melalui Menteri Agama. Bila semakin tak terkendali, Pemerintahan setahap demi setahap akan bergeser menjadi model dari rezim otoriter komunis.

Sebelumnya Menag juga setuju dengan persekusi seorang ustadz yang disinyalir HTI oleh kelompok Banser di Pasuruan. Aneh jika atas nama tabayun maka persekusi, bahkan penistaan, ustadz dibenarkan dan didukung oleh Menag. Khilafah dan terma Islam lain seperti jihad dimasalahkan. Umat Islam memandang bahwa program deradikalisasi telah berubah menjadi deislamisasi.

Deradikalisasi atau deislamisasi seperti ini adalah perbuatan yang bertentangan dengan Pancasila. Pancasila dirumuskan ketat atas prestasi dan pengorbanan umat Islam. Kini umat seolah menjadi tertuduh atau pesakitan di negeri Pancasila.

Tuduhan anti Pancasila yang selalu ditujukan kepada umat atau rakyat sesungguhnya adalah bias politik sebab fakta yang terjadi justru para penentang Pancasila itu berada di lingkaran Pemerintah sendiri.

Kementrian Agama yang didirikan dengan semangat perjuangan umat Islam, oleh pak Menteri kini digunakan untuk mengacak-acak syari’at agama. Sertifikasi da’i sangat menyakitkan bahkan menyesatkan. Menteri Agama hanya satu fikiran dalam benaknya bahwa umat Islam itu berbahaya, radikal, dan intoleran. Bagaimana seorang Menteri Agama yang seorang muslim dapat menempatkan umat Islam sedemikian negatifnya ?

Pernyataan bahwa radikalis diawali dengan performa “good looking” adalah ungkapan bodoh, mengada-ada dan hanya mencari dalih. Menteri Agama tidak berfikir positif dari yang ia sebut “good looking”. Menteri seperti menempatkan diri sebagai agen dari kepentingan yang berniat untuk mengacak-acak stabilitas umat.

Menteri Agama muslim selayaknya menjadi pembela terdepan dari agama Islam serta pelindung utama kepentingan umat Islam. Bukan sebaliknya yang selalu membuat resah umat Islam dan menggerogoti nilai-nilai agama Islam. Menjadi “vampire agama” yang tak berguna bahkan berbahaya.

Oleh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Keagamaan.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB

Pers Rilis

Desay SV Pamerkan Inovasi Mobilitas Berbasis AI di AEE 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:27 WIB