Pergeseran cara beriklan Setelah kehadiran media sosial dan figur-figur publik di dalamnya, iklan konvensional dianggap tidak lagi organik, termasuk juga akun media sosial yang bersifat sponsored cenderung dihindari pengguna media sosial.
Memang di media sosial, bertebaran akun-akun influencer dengan jumlah pengikut mulai dari ribuan hingga jutaan yang mengunggah konten-konten endorsement, seperti produk makanan, kecantikan, dan juga pakaian.
Bermula dari fenomena ini maka keberadaan influencer yang difasilitasi media sosial menunjukkan adanya pergeseran dalam strategi komunikasi pemasaran.
Ya, demikainlah lapangan pekerjaan (baru) bagi buzzer dan influencer telah membuktikan bisa merambah dan merayah wilayah hukum, politik hingga budaya kita.
Seperti ikhwalnya kapitalisme yang bermula dari sektor ekonomi, reakitasnya sekarang di Indonesia sudah meruyak ke semua sektor kehidupan kita.






