Fungsi buzzer kemudian kembali memainkan peran saat Pipres 2014. Menurut Pratama Persadha kedua paslon itu menang karena menggunakan buzzer.
Rahaja Baraha yang juga mantan buzzer mengakui pertama kali penggunaan buzzer itu sebetulnya saat Pilpres 2009. Namun saat itu, penggunaan buzzer masih sangat minim.
Dan ingat, Twitter masuk Indonesia tahun 2009 baru mulai heboh buzzer. Meski pada Pilpres tahun 2009 belum terlalu banyak dan masih kurang popular.
Tercatat pula peran buzzer saat Pilkada DKI Jakarta 2012, hingga kemudian kembali digunakan pada Pilpres 2014.
Para buzzer pun mendapat lahan basah dan subur, sekaligus tak berkutik untuk menolak ajakan dan tawaran dari para tokoh politik maupun dari partai politik. Lalu influencer juga ditarik buat bantu menggiring opini hingga berlanjut pada pilpres 2014.






