Di tangan mereka, pemilihan ini akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Atas dasar inilah, “ultimate trust” umat kepada para formatur tersebut dipasrahkan.
Di tengah situasi politik yang relatif gaduh seperti sekarang ini, umat hanya berharap pertama, pemilihan ketua MUI dilakukan dengan proses yang elegan, terhormat, bermartabat, dan tanpa intervensi dari pihak manapun.
Keikhlasan, kejujuran dan kearifan harus menjadi pondasi dalam suksesi MUI kali ini.
Kedua, yang terpilih adalah ulama yang kedepan diharapkan mampu menjaga marwah dan independensi MUI, serta mampu membawa MUI semakin besar peran dan manfaatnya untuk umat dan bangsa.
Oleh : Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa.






