Akankah Buruh, Tani dan Nelayan Bersatu Merayakan Hari Petani?

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 14 September 2020 - 05:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

24 September Meripakanperingatan Hari Petani Indonesia. (Foto : Spi.or.id)

24 September Meripakanperingatan Hari Petani Indonesia. (Foto : Spi.or.id)

Kaum petani patut mendapat perhatian khusus untuk membangun ketahanan dan pertahanan pangan kita yang mandiri, tidak hanya untuk mengantisipasi krisis yang bakal melantak Indonesia, tetapi juga harus bisa melepaskan diri dari ketergantu gan impor yang selama ini telah dibiarkan merusak tatanan pangan yang mampu kita penuhi sendiri.

Demikian juga dengan kaum nelayan yang belum mendapat perhatian yang cukup untuk menjamin tersedianya sarana pupuk untuk petani dan harga dari hasil tangkapan nelayan yang harus dapat terjaga serta upaya tempat penampungan hasil tangkapan ikan agar tak sia-sia dan membuat jatah untuk konsumsi masyarakat jadi terbatas.

Sedangkan untuk kaum buruh ideal sejsli bisa dan mampu untuk dikeembangkan hasil karya khas anak bangsa agar tidak cuma bisa membuat dan mengembangkan pruduksi karya anak bangsa Indonesia sendiri, tapi juga dapat membangun image bergengsi bahwa bangsa Indonesia pun mampu untuk berkontribusi bagi manusia di negara lain.

Semangat baru, gairah baru dan mungkin tatanan baru dapat muncul dan diinspirasi oleh peringatan hari petani Indonesia secara bersama-sama sebagai implementasi dari asas kebersamaan, solidaritas dan gotong royong.

Yang juga menjadi landasan pijak ghiroh para Petani pada 24 September 2020, meski sesungguhnya telah dimulai sejak berabad-abad silam. Ingat kehadiran bangsa Eropa je Nusantara karena hendak mendulang hasil bumi nusantara yang melimpah ruah.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru