Kaum petani patut mendapat perhatian khusus untuk membangun ketahanan dan pertahanan pangan kita yang mandiri, tidak hanya untuk mengantisipasi krisis yang bakal melantak Indonesia, tetapi juga harus bisa melepaskan diri dari ketergantu gan impor yang selama ini telah dibiarkan merusak tatanan pangan yang mampu kita penuhi sendiri.
Demikian juga dengan kaum nelayan yang belum mendapat perhatian yang cukup untuk menjamin tersedianya sarana pupuk untuk petani dan harga dari hasil tangkapan nelayan yang harus dapat terjaga serta upaya tempat penampungan hasil tangkapan ikan agar tak sia-sia dan membuat jatah untuk konsumsi masyarakat jadi terbatas.
Sedangkan untuk kaum buruh ideal sejsli bisa dan mampu untuk dikeembangkan hasil karya khas anak bangsa agar tidak cuma bisa membuat dan mengembangkan pruduksi karya anak bangsa Indonesia sendiri, tapi juga dapat membangun image bergengsi bahwa bangsa Indonesia pun mampu untuk berkontribusi bagi manusia di negara lain.
Semangat baru, gairah baru dan mungkin tatanan baru dapat muncul dan diinspirasi oleh peringatan hari petani Indonesia secara bersama-sama sebagai implementasi dari asas kebersamaan, solidaritas dan gotong royong.
Yang juga menjadi landasan pijak ghiroh para Petani pada 24 September 2020, meski sesungguhnya telah dimulai sejak berabad-abad silam. Ingat kehadiran bangsa Eropa je Nusantara karena hendak mendulang hasil bumi nusantara yang melimpah ruah.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






