Wafatnya Sang Legenda Bola, Diego ‘Gol Tangan Tuhan’ Maradona

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 26 November 2020 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diego Armando Maradona adalah mantan pemain sepak bola legendaris Argentina. /M. Nigara.

Diego Armando Maradona adalah mantan pemain sepak bola legendaris Argentina. /M. Nigara.

Lukisan itu yang pertama saya ingat ketika tengah malam, dua anak saya fanatik bola, menghampiri. Wajah mereka sedih.

Saya menduga ada hal sangat penting yang kelam yang ingin Ia sampaikan. Ternyata itu adalah berita duka. “Ayah, Maradona meninggal.”

Kami bertiga terdiam. Dua anak saya ini penggemar fanatik Cristiano Ronaldo. Namun bertiga kami saling berdebat. Bagi saya, Pele dan Maradona belum tergantikan.

Mengapa Maradona belum tergantikan? Ia memiliki elemen genius bola dan madness sekaligus. Ia kontroversial. Ia menjadi magnet di zamannya. Di dada kirinya hidup cahaya. Tapi di dada kanannya hadir ruang gelap.

Dua dimensi sekaligus, terang dan gelap, mewarnai hidup Maradona.

Lihatlah komentar para tokoh ketika Maradona wafat. Pemerintah Argentina segera mengumumkan hari duka nasional selama tiga hari. Mereka menaikan bendera setengah tiang di seantero negeri.

Presiden Argentina Alberto Fernández berkata tentang Maradona: “Dirimu telah membawa semua kami ke puncak dunia. Memberikan kebahagian tiada tara. Kaulah pemain bola terbaik dari semua.” (1)

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru