Ia juga dekat dengan mafia.
Menjadi renungan. Apa yang bersembunyi di lubuk batin sang legenda ini? Mengapa ia memerlukan narkoba?
Bukankah saat itu ia berada di puncak kejayaan? Ia pula orang pertama yang memecahkan dua rekor dunia sekaligus: transfer pemain dengan harga paling mahal. Ia didewakan penggemar.
Tapi mengapa ia masih memerlukan narkoba? Ini obat terlarang yang membuat skill bolanya jauh menurun. Juga menghancurkan kesehatan, yang membawa pada kematian.
Sama halnya dengan goal tangan Tuhan itu. Dengan skill yang maha hebat yang Ia punya, mengapa pula Maradona masih perlu menggunakan tangannya? Tangan yang terlarang untuk membuat goal?
Kita pun teringat kutipan itu. “Pada setiap genius, tersimpan elemen kegilaan tertentu.”
Selamat jalan Maradona.
Oleh : Denny JA, konsultan politik dan tokoh media sosial.






