Namun banyak ahli bola menyetujui. Maradona mengangkat timmya ke puncak itu karena kerja dan kharismanya pribadi. Karya individual. Single handedly.
Ketika Maradona mengangkat Argentina menjadi Juara Dunia di tahun 1986, ia tidak ditemani pemain besar lain di timnya. Ketika Maradona mengangkat klub kecil Napoli untuk juara seri paling terhormat di Italia (seri A 1986/1987 dan 1989/1990), Ia juga praktis tak ditemani pemain besar lain dalam satu tim itu.
Hebatnya peran Maradona di Napoli, membuat walikota setempat berseru. Setelah wafatnya Maradona, ia mengusulkan nama stadium di kota itu diganti, dari Stadio San Paulo menjadi Stadio Maradona.
Namun tak hanya sinar terang di dada Maradona. Sisi gelap juga tersembunyi di dadanya yang lain.
Ia terlibat narkoba sejak masih aktif di sepakbola. Di tahun 1991, justru di puncak karirnya di Napoli, ia ditangkap. Ia pun dikenakan sanksi 14 bulan.
Kembali Maradona terbukti menggunakan obat terlarang. Kali ini di tahun 1994. Saat itu Ia bermain di World Cup. Ia pun diberi sanksi dilarang bermain di sisa pertandingan.
Setelah itu berita Maradona lebih banyak soal kesehatannya. Ia terkena obesitas. Operasi jantung. Operasi lambung. Operasi kepala.






