Sains dan Atheisme Baru dalam Perspektif Agama

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 7 Januari 2021 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alumnus sekolah pascasarjana universitas islam

Alumnus sekolah pascasarjana universitas islam "45" bekasi dan Ceo rumah inspiratif indonesia, Alwi Hilir S.Kom.M.Pd.

OPINI INDONESIA – Saat ini, atheisme mulai berkembang lumayan pesat, terutama setelah adanya internet, media yang sangat mudah diakses bagi semua manusia.

Atheisme zaman sekarang memang agak berbeda dengan atheisme zaman kuno, terutama atheisme zaman Yunani dimana filsuf Demokritus ataupun Epicurus mengkonsep tentang atomisme, apa saja yang ada di alam semesta adalah tersusun oleh atom atom yang berinteraksi saja.

Atheisme juga berkembang pesat di eropa di era Enlightenment, perkembangan atheisme sangat tertopang oleh filsafat empirisme yang dikonsepkan oleh David Hume, George Berkeley maupun John Locke.

Empirisme merupakan salah satu paham bahwa pengetahuan manusia berasal dari empiris atau 5 indera manusia.

Setelah era empirisme, science dan logika modern mulai mengadopsi filsafat ini, sehingga kebenaran akan adanya tuhan harus bisa dibuktikan secara empiris atau panca indera.

Hal ini membuat banyak pemikir enlightenment menjadi atheis ataupun agnostik. Salah satu bapak Atheisme abad 18 adalah Ludwig Feuerbach yang mengatakan “bukan tuhan yang menciptakan manusia, namun manusialah yang menciptakan tuhan”.

Feuerbach kemudian juga mengembangkan paham “materialisme” mengembangkan dari pemikiran Demokritus dan Epicurus tentang atom berkembang ke monism materialisme.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru