Rakyat Tidak Perlu Pemimpin yang Merasa Bisa Jadi Imam Shalat

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 19 Desember 2018 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PUBLIK AKAN memilih pemimpin yang bisa memperbaiki ekonomi, bukan yang merasa bisa jadi imam shalat. Apalagi kalau cuma jadi imam shalat zuhur yang tidak kedengaran bacaan ayatnya.

Kalau urusan shalat, publik akan memilih imam yang betul-betul bisa jadi imam. Bukan yang berlagak bisa, dan selalu merasa bisa hanya demi pencitraan gaya lama yang sudah basi.

https://opiniindonesia.com/2018/12/15/menjawab-keislaman-prabowo-subianto/

Kalau Allah saja dia tipu, apalagi publik. Ini jelas bencana.

Sudahlah, publik sudah capek melayani religious gimmick model begini yang tidak ada substansinya. Dalam waktu empat tahun publik sudah sangat cerdas menilai mana loyang mana emas.

Di zaman keterbukaan informasi ini hanya orang yang sangat bodoh yang tidak bisa bangkit dari keterbelakangan kognitif dan intelektualnya. Manusia normal pasti paham apa yang sedang terjadi.

Dengan kecerdasan yang sangat rata-rata, publik bisa menilai bahwa mereka tidak perlu pemimpin yang merasa bisa jadi imam shalat.

Mereka perlu pemimpin yang bisa memperbaiki ekonomi, menjamin adanya stabilitas, bisa menghadirkan keadilan bagi semua, dan menghadirkan rasa nyaman bagi semua warga negara.

[Oleh : Buni Yani, pendiri Simpul Buni Yani Social Justice]

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru