In Memorium Jacob Oetama: Ayo Beca’an Mas…

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 10 September 2020 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jacob Oetama adalah tokoh besar yang menjadi sosok panutan kalangan jurnalis. (Foto: Instagram @bregasyekti)

Jacob Oetama adalah tokoh besar yang menjadi sosok panutan kalangan jurnalis. (Foto: Instagram @bregasyekti)

Opiniindonesia.com – Februari 1995, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) menggelar rapat nasional di Solo. Ini raparnas pertama untuk saya, dan menjadi raparnas terindah.

Sore itu, saya berdiri di luar lobby Sahid Raya, Solo. Sekitar satu jam lagi, buka puasa. Saya, Bang Sondang Meliala, dan beberapa lainnya sedang berbincang ingin berbuka di mana.

Tak lama, muncul tokoh yang luar biasa. Tokoh besar pers nasional….. bos besar dan akan terus menjadi bos bagi saya. Ya, Pak Jacob Oetama atau akrab disapa Pak JO. Sejak 1981, saya menjadi ‘kadet’ di Harian Kompas, setelah direkrut oleh Bang Valens Goa Doi, redaktur olahraga dan direkomendasi Mas Sumohadi Marsis.

Maklum, saat itu di desk halaman X, sudah senior semua. Selain Bang V dan Mas sm, ada Mas igs (Ignatius Sunito), Mas tpk (Totok Poerwanto). Bang Valens yang baru naik butuh motor lapangan.

Kebetulan saat saya masih di majalah Olympic, beberapa kali liputan bareng baik dengan Valens, Mas sm, maupun Mas igs. Saat itu, saya baru kuliah tingkat satu di STP (Sekolah Tinggi Publisistik).

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru