Fenomena Transendensi Banjir Darah dalam Buku Seperti Film

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 11 Oktober 2020 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buku berjudul BANJIR DARAH. (Foto : Industry.co.id)

Buku berjudul BANJIR DARAH. (Foto : Industry.co.id)

Opiniindonesia.com – Transenden artinya larut dalam deskrispsi angan. Badannya di suatu tempat namun alam pikirannya terbang ke dimensi tertentu.

Seperti situasi emosi orang yang jatuh cinta. Orang lain melihatnya “rada gendeng” senyam senyum sendiri padahal hanya selempar foto yang dipandangnya.

Lewat selembar foto itu dia bisa detail membayangkan saat gandengan tangan di taman bersama sang kekasih, ditemani hujan rintik dan sepotong jagung bakar, dimakan berdua, bergantian. Makanya dia mringas mringis sendiri macem orang kesurupan.

Membaca buku Banjir Darah, Kisah Nyata Aksi PKI terhadap Kiai, Santri, dan Kaum Muslimin ini kebalikannya, emosi saya teraduk aduk antara sedih, kecewa, geram, dan merah.

Saking gak tahannya, saat membaca salah satu bab berjudul Gubernur Soerjo Ditelanjani, Diseret 10 km, lalu Disembelih buku ini aku lempar saking marahku sudah gak tertahan lagi, akibat membaca bab-bab sebelumnya yang sudah menyanyat hati dan puncaknya di bab ini.

Aku seakan tidak membaca, namun seakan menonton film kekejaman PKI melintas di benak dengan jelas. Terlebih beberapa daerah yang disebutkan di buku ini aku bisa membayangkan letaknya, Takeran Magetan, Hutan Ngawi, Ponorogo, Solo dan sekitarnya.

Maklum aku membesar dari orok di wilayah perbatasan Jawa Tengah Jawa Timur itu.

Terlebih kakekku, Rng Tirtoadmodjo pernah nyaris disembelih juga oleh PKI pada kurun Madiun Affair itu.

Namun berhasil bebas karena mengaku juru ketik saja ( padahal asistem wedana) dan dibebaskan oleh penjaga rumah pembataian yang ternyata teman seklub sepakbola Kraton Mangkunegaran Solo.

Jadilah aku membayangkan kengerian yang dihadapi eyangku sendiri. Ketika dibebaskan oleh penjaga rumah jagal PKI, dia berlari sekencang kencangnya sampai lemes dan tak sadarkan diri, ditemukan penduduk pingsan di pinggir sungai.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru