Kejadian penyerangan ini seperti punya pola. Publik bertanya: adakah yang mendesign? Meski kecurigaan publik terus tumbuh, toh belum ada yang bisa mengurai bukti-buktinya.
Di sisi lain, muncul juga pertanyaan: Kenapa orang-orang gila itu tidak menyasar kepada para aktifis politik-keummatan? Ngeri!
Kalau para aktifis keummatan yang disasar, seperti Din Syamsuddin, Abdullah Hehamahua, Habib Rizieq, Bachtiar Nasir, Rizal Ramli, Sobri Lubis, Slamet Ma’arif atau Yusuf Martak misalnya, maka dampaknya bisa panjang dan akan memicu gerakan sosial yang lebih besar. Bisa tak terkendali. Karena kemarahan publik bisa segera terkonsolidasi.
Jika asumsi dan spekulasi publik benar bahwa ada design dibalik beruntun dan berulangnya peristiwa orang gila ini, maka yang menarik untuk diteliti adalah pola rekruitmen eksekutor dan sistem operasinya.
Apakah melalui uang dengan merekrut orang-orang miskin yang kepepet kebutuhan finansialnya. Namanya juga kepepet, pekerjaan apapun akan dilakukan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya






