Setelah paspor terpegang, setiap usai shalat tahajut ia pegang paspor itu sambil berdo’a:
“Ya Allah saya pengin berziarah ke tanh suci Mekah dan Madinah, ingin tawaf dan sa’i serta berziarah ke makam Nabi.
Tetapi saya tidak punya uang, mudahkankanlah ya Allah agar keinginan saya tercapai”
Setelah berhari-hari melantunkan do’a, suatu siang setelah shalat dhuhur di sebuah masjid, si kawan ngobrol dengan seorang laki-laki yang tidak ia kenal sebelumnya. Ternyata teman ngobrol itu adalah seorang pemilik biro umrah.
“Kebetulan pak, saya seminggu lagi akan mengantarkan jamaah umrah, ini masih ada dua tiket. Kalau bapak mau pakai saja” kata pemilik biro umrah itu.
“Lha, tapi saya tidak punya uang tu ?” kawan saya memberi alasan
“Ndak usah dipikir, gampang urusan itu” pemilik biro memberi penegasan Singkat cerita, akhirnya kawan saya tadi bisa menjalankan umrah lewat pemilik biro umrah yang baik hati tersebut.






