Indahnya Mensyukuri Kecukupan Setelah Kekurangan

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 22 Oktober 2020 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mensyukuri Kecukupan Setelah Kekurangan. (Foto : eramuslim.com)

Mensyukuri Kecukupan Setelah Kekurangan. (Foto : eramuslim.com)

Opiniindonesia.com – “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan”. (QS. Adh-Dhuha, 8)

Masih terbayang peristiwa masa lalu, sekitar delapan tahun yang lalu.
Ketika itu, aku dan istriku serta anakku, Muna, dalam keadaan lapar yang sangat. Mungkin terlalu berlebihan kalau kukatakan bukan hari itu saja. Tapi berhari-hari.

Sebagai pendatang baru di kota ini, aku belum memiliki pekerjaan yang mapan. Pekerjaanku menulis lepas di sebuah situs tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami.

Hari itu, kami berjalan menahan lapar karena perut kosong ke Masjid Ash-Shahabah untuk mengikuti kajian ba’da Maghrib.

Mungkin sangat ironis kami duduk di majelis taklim dengan niat ganda. Bukan hanya untuk mengisi kehampaan dada kami terhadap ilmu. Tapi juga untuk mengisi kekosongan perut kami dengan makanan yang biasanya diberikan seusai kajian.

Selesai kajian dan makan beberapa gorengan yang disediakan sebagian muhsinin, saya dan istri ke toko terdekat untuk membeli tepung beras dan gula pasir.

Tahukah anda, kira-kira untuk apa?

Istriku sengaja membeli tepung dan gula itu untuk membuat jenang. Sejenis bubur dari tepung. Sebagai pengganti nasi yang kami tidak mampu untuk membelinya.

Mengingat kejadian kala itu, tak terasa mata ini berkaca-kaca. Tak kuasa membayangkan kesetiaan istriku selama ini. Ia setia mendampingiku saat bahagia dan saat susah.

Maka sungguh naif dan kejamnya aku kepada istriku, jika dalam keadaan yang lebih baik sekarang, aku tidak menyukuri apa yang telah dia baktikan selama ini kepadaku.

Oleh : Arif Rohman, Peternak ayam kampung.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru