Jurnalis Kita Harus Ikut Perang Asimetris

- Pewarta

Senin, 10 Juni 2019 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Press interview. Broadcast journalism. Microphones.

Press interview. Broadcast journalism. Microphones.

Opiniindonesia.com – Jika Serikat Jurnalis Alternatif Kita bisa muncul dan tampil dengan program yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan para anggotatanya dengan berpusat atau sekedar tempat perintisan awalnya saja di Cirebon, tentu dan pasti akan menoreh sejarah besar dari kaum pergerakan di Indonesia yang sesungguhnya tidak harus atau cuma bisa dilakukan di Jakarta. Mitos usang itu dapat menjadi penanda dari babak baru kaum pergerakan sudah dimulai dengan paradigma yang fenomenal, bila Serikat Jurnalis Alterbatif kita ini sesungguhnya hendak menjawab kebuntuan dari kalangan pekerja jurnalistik yang belum juga dapat menikmati kesejahteraan yang layak serta perlindungan yang sepatutnya harus diperoleh sebagai pekerja profesi dalam bidang pers yang kini semakin tergerus bobotnya dari idealisme sebagai pekerja pers oleh pihak pengusaha pers.

Gagasan kawan-kawan jurnalis muda di Cirebon untuk membentuk orgsnisasi jurnalis sungguh sangat menggugah serta patut didukung oleh semua pihak yang memiliki idealisme untuk memajukan dunia pers melalui para jurnalis yang harus bekerja lebih profesional dari keahlian dan kemampuannya ysng ada, karena tantangan untuk bekerja sebagai jurnalis pada era mileneal sekarang sungguh berat dan kompleks tantangannya, belum lagi handikap yang menghadang para kaum jurnalis di zaman now semakin rumit dan rigit.

Oleh karena itu, hasrat kawan-kawan jurnalis dari Cirebon ini patut disambut dan didukung, sehingga organisasi kaum jurnalis yang representatif bisa segera hadir di semua kota yang ada di Indonesia, meski nantinya pun tidak harus berpusat di kota Cirebon juga.

Sikap ugahari dan saling percaya untuk membangun organisasi jurnalis yang sehat dan kuat agar dapat ikut memperjuangkan aspirasi, ide gagasan serta cita-cita kaum jurnalis kita di Indonesia saatnya dapat diwujudkan sekarang, dimana media meanstren pun sedang mengalami kegamangan akibat dari berubahnya kiblat dunia pers kita di Indonesia yang kini sepenuhnya terkesan telah mengabdi pada pemilik modal. Karena nyaris semua jenis media massa di Indonesia sekarang orientasinya telah masuk atau terjerembab dalam budaya bisnis industri seperti yang diidolakan oleh kaum neo-liberal.

Jadi sempurnalah sudah perang asimetris dari habitat pasar bebas. Persis seperti narkoba yang sudah melantak semua lapisan masyarakat kita, terutama pejabat dan aparat penegak hukum yang justru kita percaya untuk mekakukan pencegahan dan pemberantasan terhadap siklus peredaran narkoba yang sudah gila-gilaan di negeri kita.

Begitulah kehadiran Serikat Jurnalis Alternatif Kita memang diperlukan, untuk ikut menghadapi perang asimetris yang sedang berlangsung sekarang. Jadi eksistensi kehadiran organisasi jurnalis kita bukan hanya untuk dunia jurnalistik itu sendiri baik secara profesi maupun strategi geopolitik serta geo-kebudayaan tetapi memang diperlukan untuk ikut menjadi benteng bagian dari pertahanan dan ketahanan bangsa dan negara dalam arti luas.

Oleh: Jacob Ereste. Penulis adalah Wartawan Senior Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB