Mayoritas yang Minoritas

- Pewarta

Jumat, 19 Juli 2019 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Saya berusaha memahami cara fikir Ketua PBNU Said Agil Siradj, yang memposisikan di samping minoritas di negeri ini. Dalam pemikiran sederhananya, umat Islam di negeri ini adalah mayoritas, dimana kurang lebih dari 80% populasinya. Dan sebagai mayoritas, beliau berfikir kemungkinan mayoritas berpotensi mencederai umat minoritas sangat besar.

Tapi jika dilihat dari gesekan sosial di negeri ini, bermuara pada faktor ekonomi. Jurang pemisah antara ekonomi yang berkemampuan dengan yang misikin sangat besar.

Nah disinilah pusat masalahnya, bahwa ekonomi umat Islam di negeri ini menempati di posisi MINORITAS. Penguasaan sentra ekonomi di kendalikan oleh 2% populasi yang kebanyakan etnis tionghoa dan bukan beragama Islam.

Jadi jika pak Kyai Said ingin memposisikan di minoritas agar tidak timbul gejolak sosial, maka pak Kyai harusnya ada disamping umat Islam dengan melakukan aksi nyata pemberdayaan umat.

Pemberdayaan baik secara lahir maupun bathin, mengkritik keras kepada kekuasaan yang kebijakannya tidak pro rakyat, dan juga melakukan perlawanan terhadap perampasan hak-hak kesetaraan dalam ekonomi dan hukum di negeri ini.

Sepertinya pak Kyai Said harus merubah cara melihat mayoritas dan minoritas, setelah itu barulah bersikap.

Oleh: Alhadi Muhammad. Penulis adalah aktivis muslim.

Opini ini sudah dipublikasikan oleh Portal-islam.id.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru