Partai memerlukan dana yang besar untuk bergerak. Bagi Partai Islam, memperoleh dana yang besar itu sulit. Sebagian besar umat Islam hidup dalam kekurangan. Yang punya dana besar itu para cukong, para pengusaha dalam maupun luar negeri.
Sepanjang pengalaman saya, tidak ada ada para cukong dan para pengusaha besar itu yang sudi mendanai Partai Islam. Makanya kebanyakan partai-partai Islam itu hidupnya “ngos-ngosan”.
Zaman sekarang sangat jarang ada anggota partai membayar yuran anggota seperti zaman dulu. Seperti saya katakan tadi, dunia sudah berubah.
Karena itu, saya menghormati usaha KH Cholil Ridwan dan para tokoh lain yang mendirikan kembali “Masyumi Reborn” ini.
Tentu beliau akan bekerja keras membangun cabang2 dan merekrut anggota di tengah Pademi Covid 19 yang sangat berat ini agar dapat disahkan sebagai partai yang berbadan hukum oleh Kemenkumham.
Lalu kemudian ikut verifikasi lagi oleh KPU untuk bisa atau tdk ikut Pemilu 2024.
Bagi saya, mempertahankan PBB yang struktur partainya sudah menjangkau seluruh provinsi dan kabupaten/kota di tanah air saja sudah sangat sulit.
Karena itu, saya justru berpikir bagaimana caranya partai-partai Islam yang ada ini dapat bersatu memikirkan bagaimana caranya agar partai Islam ini tetap eksis di negara masyoritas Muslim ini.
Membuat partai baru bagi saya sangatlah berat. Mudah2an tidak demikian bagi KH Cholil Ridwan dan para tokoh deklarator yang bersama beliau telah mendeklarasikan berdirinya kembali Masyumi tanggal 7 Nov kemarin.
Baca Juga:
Oleh : Prof.Dr.Yusril Ihza Mahendra,S.H.,M.Sc, Ketua Umum PBB.
Halaman : 1 2






