Prabowo The Next H.O.S Tjokoroaminoto?

- Pewarta

Senin, 1 Juli 2019 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Masih ada yang belum kenal dengan mendiang tokoh pergerakan nasional H.O.S Tjokoroaminoto? Ia sosok kharismatik sekaligus tokoh sentral dibalik gerakan Syarikat Islam (SI). Tjokroaminoto memimpin SI sejak 1914 hingga wafat pada 17 Desember 1934.

Kepemimpinan Tjokroaminoto berhasil mencatatkan sejarah SI sebagai salah satu organisasi massa terbesar dalam sejarah pergerakan nasional.

Tjokroaminoto adalah salah satu pelopor pergerakan di indonesia dan sebagai guru para pemimpin-pemimpin besar negeri.

Berangkat dari keyakinan yang kuat berhasil membuktikan besarnya kekuatan politik dan perdagangan di Indonesia. Tak hanya itu, kediaman Tjokroaminoto yang berada dipemukiman padat penduduk di Surabaya pernah tinggal sejumlah pemuda yang kelak jadi tokoh nasional diantaranya Soekarno, Semaoen, Alimin, Muso, Kartosuwiryo, bahkan Tan Malaka.

Prabowo Guru Bangsa

Mengamati konstelasi politik nasional hari ini sebagai anak bangsa kita patut bersyukur dan berterima kasih dengan salah satu putera terbaik bangsa, Prabowo Subianto.

Banyak hal yang bisa dipetik dari perjalanan seorang Prabowo Subianto diantaranya prinsip kepemimpinan, kewirausahaan, dan kenegaraan. Ia adalah pribadi yang gemar menyuarakan pikirannya kepada orang lain. Apa yang Ia pikirkan, Ia akan sampaikan secara terbuka.

Bagi penulis, beliau adalah sosok yang begitu kompleks dan memiliki banyak kontribusi positif terhadap perjalanan bangsa saat ini. Berbagai prestasi ditorehkan baik saat dinas militer, pengusaha maupun sebagai tokoh politik nasional.

Kendati demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa tidak semua diantara kita bersedia mengakui hal tersebut. Tapi itu tidak jadi soal. Sebab pengabdian terhadap negara bukan soal pengakuan, tapi niat tulus berbakti.

Seperti H.O.S Tjokroaminoto, Prabowo juga telah mendidik dan membesarkan sejumlah tokoh-tokoh nasional pemimpin bangsa hari ini. Sebut saja nama Edhy Prabowo, Sufmi Dasco, Desmond J Mahesa, Fadli Zon, dan sejumlah tokoh lainnya. Hampir kesemuanya direkrut dan dididik sejak muda.

Kehadiran Prabowo dikancah politik nasional berhasil mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada 6 Februari 2008 silam terbilang cukup melesat. Betapa tidak, hari ini partai besutan putera begawan ekonomi Prof Sumitro Djojohadikusumo ini telah menjadikan Gerindra sebagai partai terbesar kedua terhitung Pemilu 2019 kemarin dengan torehan suara nasional sebesar 17.594.839 suara melampaui Golkar 17.229.789 suara. Bahkan terpaut jauh dengan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono, Demokrat hanya meraup suara sebesar 10.876.507 suara jauh dibawah perolehan Partai Gerindra (Sumber: Antara).

Kesamaan lainnya, Ketua Umum sekaligus pendiri partai berlambang rajawali tersebut juga menjadikan rumahnya di Hambalang sebagai rumah ‘dialektika ideologi’.

Pada sekolah kebangsaan yang diasuh langsung olehnya, Prabowo sudah mendidik ribuan pemuda dari berbagai penjuru nusantara di Hambalang. Seperti Tjokroaminoto, Prabowo tetaplah mutiara yang selalu berkilau!

[Oleh: Asran Siara. Penulis adalah Sekjen Literatur Institut]

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru