Politik Semen Cina bikin Bangkrut Semen Indonesia?

- Pewarta

Kamis, 18 Juli 2019 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Produk-produk impor semakin banyak masuk ke Indonesia, hal ini membuat industri nasional mengalami kesulitan bersaing. Pasalnya industry impor tidak di kenakan pajak dan disubisdi oleh negaranya, seperti industri semen Cina. Saat ini pasar semen domestik mengalami kelebihan pasokan, karena kalah bersaing dengan produk semen asal Cina yang jauh lebih murah dari harga pasaran semen di Indonesia. Oleh Karena itu DPR mendorong campur tangan dari pemerintah untuk melindungi industri semen dalam negeri. Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk menyelamatkan industri semen nasional dari gempuran semen impor. Karena jika dibiarkan karena akan merugikan produk semen Indonesia.

Pasar semen lokal dalam kondisi sangat memprihatinkan atau terancam bangkrut. Kenapa itu bisa terjadi? Karena ada kebijakan predatory pricing, oleh pemerintah Cina. Investor semen Cina yakni semen Conch dengan sengaja menjual semen di Indonesia dengan harga merugi. Akibat kebijakan sepihak yang dilakukan semen Conch, berdampak langsung terhadap penjualan hingga produksi semen dalam negeri yang menurun. Sebagai contoh, harga semen asal China jauh berbeda dengan semen lokal yang bisa dilihat di situs jual beli online.Di situs jual beli online, harga semen lokal itu berkisar di Rp51 ribu per sak. Sedangkan semen asal China berkisar Rp34 ribu per sak.Dampaknya pabrik semen di Aceh, Semen Padang, Semen Baturaja, Semen Gresik, dan Semen Tonasa sudah menurunkan kapasitas produksinya, karena semen mereka tidak laku dan kalah bersaing. Akibat kebijakan semen Conch yang terindikasi menggunakan predatory pricing.

Tidak menutup kemungkinan adanya agenda semen asal China ingin mengambil alih pasar semen di Indonesia dengan langkah awal menjual harga semennya di pasaran dengan predatory pricing. Jika mereka berhasil menghancurkan pasar perusahaan semen dalam negeri, tidak menutup kemungkinan nantinya perusahaan-perusahaan semen dalam negeri akan diambil alih perusahaan semen asal China. Akankah nasib BUMN semen kita seperti krakatau Steel ?

Untuk itu, sebelum kayu menjadi arang, sebelum nasib industri semen seperti industri baja, maka pemerintah, harus melakukan langkah-langkah solutif agar bisa menyelamatkan produksi semen lokal. Tujuannya agar BUMN di sektor semen bisa menjadi salah satu fondasi ekonomi bangsa. Apalagi asosiasi semen lokal sudah berkirim surat kepada Menteri Perindustrian agar menghentikan dan melakukan moratorium pembangunan perusahaan semen baru dari investor luar. Disebabkan produksi semen lokal sudah over supply. Untuk itulah Menteri Perdagangan harus segera menghentikan segala bentuk impor klinker (bahan utama pembuatan semen).

Presiden Jokowi harus turun tangan, melakukan konsolidasi memanggil tiga menteri ini, untuk menyelamatkan industri semen Indonesia. Karena Pelaku industri semen lokal sudah berteriak, Maka semua akan menjadi tugas Mr presiden Joko untuk memanggil sema mentri terkait, guna duduk bareng dengan Asosisasi agar presiden bisa mengambil keputusan yang lebih valid untuk industri Semen kita kedepan.

Oleh: Helmi Adam. Penulis adalah Direktur Syafaat Foundation Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB