Saya Kangen Sama Bang Muslim Arbi dan Bung Rizal Fadilah

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 6 Oktober 2020 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sastrawan Politik, Ahmad Khozinudin. (Foto : Mediaumat.news)

Sastrawan Politik, Ahmad Khozinudin. (Foto : Mediaumat.news)

Opiniindonesia.com – Jika ada yang menyebut amat sulit menggabungkan kemampuan menulis dan diskusi secara apik, hal ini tak berlaku bagi dua tokoh yang saya bicarakan ini. Memang benar, sulit menjadi penulis sekaligus orator atau agitator ulung.

Kadangkala, kita dapati seorang begitu piawai menulis, namun agak kesulitan ‘mengolah kata’ dalam narasi oral diskusi. Sebaliknya, ada orang begitu heroik dalam orasi, mampu ‘menyihir’ audiens dalam sebuah forum diskusi, namun kesulitan menulis.

Jika diminta menulis, satu paragraf pun sulit diperoleh. Satu artikel bisa dihasilkan, dengan sangat bersusah payah. Itupun, tak se-spektakuler bahasa orasinya.

Tak demikian bagi Bang Muslim Arbi dan Bung Rizal Fadillah. Bang Muslim meskipun berlatarbelakang lulusan Teknik ITB, namun dirinya begitu piawai mengolah kata.

Tulisannya banyak berseliweran di sosial media, mengupas banyak tema, dan dengan sudut pandang beragam. Rasanya bukan aktivis pergerakan, jika belum pernah membaca tulisan Bang Muslim.

Adapun Bung Rizal Fadillah, tulisannya tak kalah renyah dan masif dengan Bung Asy’ari Usman, wartawan senior. Setiap bagi, diberbagai platform sosial media dan GWA, kita sering menjumpai tulisan beliau.

Bung Rizal ini senior penulis, beliau juga alumni Fakultas Hukum. Bedanya, kampus beliau lebih bergengsi ketimbang kampus penulis.

Rasanya, bangsa ini bersyukur memiliki sosok seperti Bang Muslim dan Bung Rizal. Mereka, tanpa dibayar Negara, terus melakukan pencerahan ditengah masyarakat, dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan berbangsa.

Namun, perlu untuk diketahui. Kedua penulis produktif ini, tak hanya piawai olah jari (karena menulis era now menggunakan smartphone, bukan pena), keduanya juga jago diskusi.

Penulis sendiri, berbahagia dapat berkesempatan mendampingi keduanya berdiskusi sebagai Nara Sumber diskusi, dalam rangkaian Safari Diskusi di Jawa Timur. Dari Kota Malang, Kediri, Jember, Tulungagung, Mojokerto, hingga Kota Surabaya.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru