Balik Mudik Bawa Adik atau Hasrat Ingin Mengikuti Persidangan di MK

- Pewarta

Rabu, 12 Juni 2019 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Acarapulang lebaran Hari Raya Idhul Fitri tahun 1440 Hijriyah (2019) sudah memenuhi jalan raya menuju Ibukota Jakarta. Tak hanya di Pulau Jawa saja yang membludak, tapi dari berbagai pulau besar seperti Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi bahkan Irian Barat seperti panik oleh harga tiket pesawat udara yang tidak mampu dijinakkan oleh pemerintah soal harganya yang ugal-ugakan.

Akibatnya tak cuma ancanan balik pemerintah yang memasok pesawat dari negeri orang untuk menghajar harga tiket yang dipatok perusahaan penerbangan lokal milik orang Indonesia atau bahkan punya perusahaan negara (BUMN), tapi juga terkesan untuk cara mudah untuk menahan atau melakukan pembendungan untuk arus orang daerah yang mau mengikuti sidang perdana MK terhadap gugatan kecurangan pada Pemiligan Umum 17 April 2019 lalu. Sebab jadual sidang perdana MK memang akan segera digelar pada 14 Juni 2019, seusai lebaran. Dan sejak kemarin, 9 Juni 2019 Menko Polhukam Wuranto sudah kasak-kuduk ingin menggadang arus masyarakat khususnya pendukung pasangan calon Presiden Prabowo-Sandi sangat antusias mengikuti persudangan di MK pada 14 Juni 2019 lusa.

Jadi antara harga tiket yang ugal-ugalan dengan upaya untuk membendung arus massa yang mau mengikuti proses didang di Pengadilan MK seakan memiliki hubungan tidak langung dalam satu skenario yang sempurna dalam kesatuan yang tidak terpisah.

Sungguhkah sidang pengadilan MK untuk kasus kecurangan Pemilu 2019 betul punya potensi menyulut kerusuhan ?

Semoga saja tidak. Sebab rakyat ingin paham tentang proses Pemilu yang sebenarnya, sebab jumlah suara yang jadi mainan itu adalah suara rakyat untuk dijadikan patokokan siapa sesungguhnya pasangan calon presiden yang sesungguhnya diidolakan itu.

Jadi bisa saja sehabis mudik lebaran ikut membawa adik dan saudara yang lain untuk bekerja di kota, atau sekedar mau ikut menyaksikan sidang perkara sengketa acara Pemilihan calon Presiden tahun 2019 yang segera mau digelar besok, 14 Juni 2019. Soalnya potensi akan terjadi kerusuhan mungkin sudah terlalu berlebihan. Akibatnya, justru bisa menyulut kerusuhan jadi benar-bebar terjadi. Persis saat seruan pada mereka sehabis balik mudik, kata Pemda DKI Jakarta dulu yang menyerukan agar tidak membawa serta sanak family, justru mebarik perhatian dan banyak orang jadi ingin mencoba melakukannya.

Oleh: Jacob Ereste. Penulis adalah Wartawan Senior Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru