Bantu Negara Rentan Terkena Konflik, Menkeu Sri Mulyani Indrawati Dukung ADB Mobilisasi Sumber Daya

- Pewarta

Senin, 6 Mei 2024 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati dan Presiden Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa di Tbilisi, Georgia, Sabtu (4/5/2024). (Instagram.com/@smindrawati)

Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati dan Presiden Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa di Tbilisi, Georgia, Sabtu (4/5/2024). (Instagram.com/@smindrawati)

HARIANINVESTOR.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati mendukung Asian Development Bank (ADB).

Untuk terus memobilisasi sumber daya guna mendukung negara-negara berkembang kepulauan kecil.

Yang sangat rentan dan negara-negara yang rentan terkena dampak konflik di Asia dan Pasifik.

“Kami ingin mendesak ADB untuk terus memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami di Pasifik, khususnya negara-negara kepulauan kecil yang sedang berkembang.”

“Yang memerlukan intervensi yang sangat penting dan efektif, serta negara-negara yang rentan terkena dampak konflik,” kata Sri Mulyani di Tbilisi, Georgia, Minggu (5/5/2024).

Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani dalam Business Session Dewan Gubernur ADB yang merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tahunan Ke-57 ADB yang diselenggarakan pada 2-5 Mei 2024.

Menurut Menkeu, ADB harus mempertimbangkan mobilisasi sumber daya melalui pembiayaan bersama dan meningkatkan program Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST).

Selain itu, Menkeu menuturkan Indonesia juga ingin mendukung ADB menyediakan pinjaman lunak (concessional resources) dan pendanaan campuran (blended finance).

Terutama bagi negara yang benar-benar berada dalam kebutuhan yang sangat spesifik di tengah situasi tingkat suku bunga global yang lebih tinggi untuk waktu yang lama.

Pada pertemuan tahunan ADB tersebut, ADB dan para donor termasuk Indonesia di dalamnya, menyetujui penambahan dana sebesar 5 miliar dolar AS.

Untuk Dana Pembangunan Asia atau Asian Development Fund (ADF) 14 dan Technical Assistance Special Fund (TASF) 8 milik ADB.

ADF 14 memprioritaskan bantuan khusus kepada negara-negara berkembang kepulauan kecil yang sangat rentan terutama terhadap perubahan iklim, dan kepada negara-negara yang berada dalam situasi rentan dan terkena dampak konflik.

Di sisi lain, Menkeu Sri Mulyani menyoroti bahwa dalam laporan laba rugi ADB 2022 dan 2023, terdapat peningkatan yang signifikan pada biaya pinjaman lebih dari 2,7 kali lipat dan juga pendapatan dari proyek serta treasury.

“Jadi ini adalah tahun fiskal dua yang sangat luar biasa, yang mungkin tidak akan terulang di masa depan.”

“Setiap pendapatan dari ADB harus kembali disalurkan ke negara anggota, terutama bagi kelompok yang paling rentan,” kata Menkeu Sri Mulyani.***

Berita Terkait

Rp200 Triliun untuk BRI, BNI, Mandiri, BTN, BSI, Rosan: Dorong Ekonomi
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
PBB-P2 Dominasi PAD, Tantangan Kemandirian Fiskal Masih Menghantui
Hoaks Uang Rp250.000 Edisi 80 Tahun RI: Dampak dan Fakta Ekonomi
Dari Printer Bursa ke Aplikasi Mobile, Pasar Modal Berubah, Risiko Kian Besar
Momentum Bullish Pasar RI Menguat, CSA Index Agustus 2025 Jadi Pemicu Utama
Manfaat Press Release Berbayar untuk Publikasi Cepat dan Reputasi Bisnis
Rekening Tidak Aktif Ditertibkan, Bank Tegaskan Keamanan Dana Nasabah Terjaga

Berita Terkait

Rabu, 17 September 2025 - 09:37 WIB

Rp200 Triliun untuk BRI, BNI, Mandiri, BTN, BSI, Rosan: Dorong Ekonomi

Senin, 15 September 2025 - 06:33 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

PBB-P2 Dominasi PAD, Tantangan Kemandirian Fiskal Masih Menghantui

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:28 WIB

Hoaks Uang Rp250.000 Edisi 80 Tahun RI: Dampak dan Fakta Ekonomi

Senin, 18 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Dari Printer Bursa ke Aplikasi Mobile, Pasar Modal Berubah, Risiko Kian Besar

Berita Terbaru

Pers Rilis

Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:00 WIB