Pada masa itu, seluruh kebudayaan Barat seperti dibangunkan dari tidur panjang. Bermula dari Italia, lalu melebar ke negara-negara Eropa lainnya, sejumlah kemajuan melesat di bidang ilmu pengetahuan, sastra, seni dan kehidupan sosial lainnya.
Lihatlah karya-karya seni yang dilahirkan Leonardo da Vinci dan Leon Battista Alberti.
Baca juga karya-karya sastra dari Francesco Petrarca atau karya-karya filsafat dari Francis Bacon. Dari sana kita bisa melihat bagaimana manusia harus bisa mengembangkan perspektif-perspektif baru terhadap benda-benda maupun realitas, juga sekaligus menunjukkan bagaimana pengetahuan menjadi kekuasaan.
Sejak era Renaissance, manusia terus mendeklarasikan diri sebagai faber mundi (pencipta dunia). Manusia bukanlah sekadar viator mundi (peziarah dunia).
Bermula dari ditemukannya mesiu, seni cetak, dan kompas, manusia terus merangsek menjadi penguasa dunia. Mesiu mengakhiri feodalisme. Seni cetak mengakhiri eksklusivisme pengetahuan oleh sekelompok elit dan membiarkan pengetahuan menyebar luas di tengah masyarakat.





