Estafet Hijrah, Harus Terus Dipertahankan di Setiap Jiwa Manusia

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 24 Agustus 2020 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chavchay Syaifullah, Ketua Dewan Kesenian Banten. (Foto : pelitabanten.com)

Chavchay Syaifullah, Ketua Dewan Kesenian Banten. (Foto : pelitabanten.com)

Pada masa itu, seluruh kebudayaan Barat seperti dibangunkan dari tidur panjang. Bermula dari Italia, lalu melebar ke negara-negara Eropa lainnya, sejumlah kemajuan melesat di bidang ilmu pengetahuan, sastra, seni dan kehidupan sosial lainnya.

Lihatlah karya-karya seni yang dilahirkan Leonardo da Vinci dan Leon Battista Alberti.

Baca juga karya-karya sastra dari Francesco Petrarca atau karya-karya filsafat dari Francis Bacon. Dari sana kita bisa melihat bagaimana manusia harus bisa mengembangkan perspektif-perspektif baru terhadap benda-benda maupun realitas, juga sekaligus menunjukkan bagaimana pengetahuan menjadi kekuasaan.

Sejak era Renaissance, manusia terus mendeklarasikan diri sebagai faber mundi (pencipta dunia). Manusia bukanlah sekadar viator mundi (peziarah dunia).

Bermula dari ditemukannya mesiu, seni cetak, dan kompas, manusia terus merangsek menjadi penguasa dunia. Mesiu mengakhiri feodalisme. Seni cetak mengakhiri eksklusivisme pengetahuan oleh sekelompok elit dan membiarkan pengetahuan menyebar luas di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Membawa Tradisi Pendidikan Berasrama asal Inggris ke Vietnam

Kamis, 25 Jun 2026 - 01:40 WIB