Estafet Hijrah, Harus Terus Dipertahankan di Setiap Jiwa Manusia

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 24 Agustus 2020 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chavchay Syaifullah, Ketua Dewan Kesenian Banten. (Foto : pelitabanten.com)

Chavchay Syaifullah, Ketua Dewan Kesenian Banten. (Foto : pelitabanten.com)

Ilmu pengetahuan, teknologi, sastra, seni, dan media kehidupan sosial lainnya kini semakin maju berkat pesatnya kemajuan teknologi di bidang komunikasi, informasi, dan transportasi.

Tentu tantangan Islam agar bisa mengajak umatnya tidak larut dalam kemajuan dunia menjadi persoalan sendiri, agar di sisi lainnya umat Islam tidak sampai ketinggalan zaman.

Umat Islam perlu setepat mungkin memaknai firman Allah dalam surat Al Qashash, ayat 77: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Estafet hijrah, dengan demikian, harus terus dipertahankan di setiap jiwa manusia. Kerusakan di muka bumi terjadi ketika estafet hijrah telah berhenti, sehingga tidak ada lagi kemajuan-kemajuan kehidupan di muka bumi.

Namun kerusakan di muka bumi ini juga terjadi ketika estafet hijrah dilakukan secara berlebihan, sehingga kemajuan-kemajuan yang dilahirkan hanya berbuah kesombongan yang menabrak batas-batas keniscayaan manusia sebagai hamba dan khalifah sekaligus. Dalam pengertian tertentu: manusia mungkin perlu hadir sebagai viator mundi, namun sekaligus sebagai faber mundi.

Oleh : Chavchay Syaifullah, (Budayawan, Direktur Eksekutif Rifa’i Center, tinggal di Banten)

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Membawa Tradisi Pendidikan Berasrama asal Inggris ke Vietnam

Kamis, 25 Jun 2026 - 01:40 WIB

Pers Rilis

DuPont Luncurkan Tyvek® APX™ di Pasar ASEAN

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:41 WIB